Forum UMKM Koltim Harap TPID Atasi Kelangkaan Minyak

waktu baca 2 menit
Owner Arentim, Hasru.

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), segera mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi kelangkaan minyak yang terjadi belakangan ini.

Forum UMKM Koltim mmenuturkan, kelangkaan minyak yang terjadi saat ini dapat menyebabkan inflasi, jika tidak segera diatasi. ”Mahalnya harga minyak goreng saat ini juga bisa memicu kenaikan harga barang-barang lainnya,” ujar Ketua Forum UMKM Koltim, Hasrul.

Hasrul juga meminta TPID segera melakukan sidak ke pasar dan beberapa distributor yang ada di Koltim, agar dapat dipastikan tidak ada pihak yang bermain dalam kelangkaan minyak saat ini.

Kata owner Arentim itu, saat ini dirinya menerima banyak keluhan dari pelaku UMKM yang tidak dapat lagi berproduksi secara normal, bahkan beberapa tercancam gulung tikar akibat langkahnya minyak goreng.

”Banyak pelaku UMKM yang menjerit karena susah mendapatkan minyak goreng. Sebab, minyak merupakan bahan utama dalam pembuatan produk mereka,” kata Hasrul.

Baca Juga:

Sebenarnya kata Hasrul, kebijakan pemerintah dalam menetapkan minyak goreng satu harga, membawa angin segar bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

”Hanya saja stok minyak goreng tiba-tiba menjadi langka. Kalaupun ada, harganya sangat mahal,” kata Hasrul pada Triaspolitika.id, Minggu, (6/3/2022).

Sementara itu pemilik usaha Al Aghis, UMKM asal Koltim mengaku memproduksi keripik Ketela dengan menggunakan sebagian besar bahan dari minyak goreng.

UMKM yang berdomisili di Kecamatan Lambandia itu, mengatakan menggunakan minyak goreng hingga 60 liter per harinya. Kata dia, jika harga minyak goreng masih seharga Rp30.000 rupiah per liter, pihaknya berencana berhenti memproduksi usahanya untuk sementara waktu.

Reporter: Dhery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *