oleh

Cerita Hasrul, Perkenalkan Arentim di Dubai Expo Uni Emirat Arab di Tengah Pandemi

”Tidak sedikit pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Indonesia, yang saat ini masih kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya ditengah pemberlakuan PPKM oleh pemerintah. Bahkan diantara mereka, banyak juga yang memilih untuk beralih pada profesi lain, hingga menjadikan usahanya mengalami kegagalan,” tutur Hasrul, sang pemilik UMKM Arentim.

Penulis: Dekri Adriadi
Wartawan: Triaspolitika.id

Hasrul, merupakan salah satu pelaku UMKM di Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terbilang mampu dan cekatan dalam memperkenalkan produk UMKM lokalnya hingga ke mancanegara. Tidak sedikit mata melongo dibuatnya. Banyak juga orang dibuat geleng-geleng kepala melihat cekatannya dalam memulai usaha di tengah pandemi saat itu.

Aren Koltim atau yang lebih dikenal dengan label Arentim, adalah produk UMKM milik Hasrul yang digagas pada tahun 2020 lalu.

Usaha Hasrul dalam mengembangkan gula aren serbuk dan gula aren cair yang dibuat dalam kemasan serta botolan, dengan bahan mentah dari nira yang melekat pada tandan bunga jantan pohon enau itu, mulai menuai hasil.

Kata Hasrul, dalam mengembangkan suatu bisnis, kita bakal diperhadapkan dengan dua capaian pilihan, yaitu sukses atau gagal.

Seperti halnya dalam memulai usaha Arentim, Hasrul sempat mengalami kegagalan dalam membuat formula gula aren serbuk yang ideal, yang mengakibatkan lebih dari 50 persen stoknya harus terbuang sia-sia karena tidak dapat dijual.

Arentim salah satu UMKM di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

”Saat itu kami belum terlalu matang dalam membuat formula gula aren serbuk yang ideal, sehingga lebih dari 50 persen stok terbuang karena tidak dapat dijual,” ujar Hasrul pada Triaspolitika.id.

Hasrul mengatakan awal mula memulai bisnisnya di bidang penjualan produk Arentim, kala itu ia melihat kondisi harga gula aren ditingkat petani di jual dengan harga murah.

Kala itu ia juga mencoba memasuki pasar tradisional sembari melihat harga gula aren yang di jual oleh pedagang.

Tidak sedikit Hasrul menemukan pedagang gula aren di pasar tradisional yang ia jumpai mengeluh akan dagangannya mereka rusak akibat tidak terjual habis.

”Awalnya saya melihat bahwa harga gula aren ditingkat petani di beli dengan sangat murah. Apalagi dijual di pasar yang kadang sampai rusak tidak laku,” katanya.

Berbekal dari inisiatif dan semangatnya, Hasrul kemudian mencari tahu cara meningkatkan nilai tambah dari gula aren tersebut.

”Akhirnya saya menemukan sebuah inovasi gula aren serbuk dan cair, yang memiliki kualitas terbaik dan harga lebih tinggi. Sehingga pendapatan petani aren bisa meningkat hingga tiga kali lipat dari yang sebelumnya,” terang Hasrul.

Setelah sempat merugi saat memulai usahanya, Hasrul kemudian mencoba mengatur siasat baru dengan cara memperbaiki bisnisnya agar lebih efisien dalam meningkatkan penjualan.

Langkah pertama yang diambil Hasrul yaitu mengetahui, kemudian menyesuaikan kebiasaan konsumen di masa pandemi yang saat ini lebih banyak berbelanja online.

Arentim salah satu UMKM di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Untuk melakukan penjualan dengan sistem door to door ditengah pandemi saat itu kata Hasrul, sangat sulit. Apalagi keinginan pemerintah kalah itu masyarakat tetap harus berada di rumah dan mengurangi mobilitas.

”Jika melakukan penjualan dengan sistim door to door semata, tentu saja produk UMKM banyak yang bakal gulung tikar atau beralih pekerjaan lain,” katanya.

Sehingga Hasrul memutuskan sembari menunggu pernyataan pemerintah jika Pandemi telah berakhir, ia memanfaatkan peluang di dalam ekosistem digital dengan mencoba membuat website sendiri.

”Kami kemudian membuat website sendiri untuk mempromosikan produk kami. Selain itu, kami juga melakukan penjualan Arentim melalui media sosial dan berjualan di marketplace lokal maupun nasional,” katanya.

Alhasil, upaya Hasrul dalam meningkatkan UMKM nya terbilang sukses. Arentim yang dikelolanya kini menjadi wirausah unggulan Bank Indonesi.

Ketua HIPMI saat menampilkan Arentim di Dubai Expo Uni Emirat Arab

Selain itu, Arentim juga menjadi 100 UMKM Juwara dan berhasil masuk dalam katalog UMKM Global. Tidak hanya itu, Arentim juga

berhasil dipasarkan di beberapa provinsi seperti, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Jawa Timur, serta DKI Jakarta.

Yang lebih luar biasa lagi, produk lokalan Koltim itu sempat ditampilkan dalam Dubai Expo Uni Emirat Arab oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Di masa PPKM seperti ini, Hasrul berharap usaha Arentim dapat lebih berkembang hingga pasar nasional, serta dapat bertahan lebih lama dan menjadi salah satu UMKM yang sukses di Indonesia.(*)

Komentar

BERITA PILIHAN