Dari Ruang Redaksi ke Gedung DPRD: La Ode Safarudin Resmi Dilantik sebagai Anggota Dewan Muna Barat

waktu baca 2 menit
Ketua DPRD Kabupaten Muna Barat, La Ode Rafiudin (kanan), menyerahkan surat keputusan (SK) kepada La Ode Safarudin (kiri) yang ditetapkan sebagai anggota DPRD Muna Barat melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) dari Partai Bulan Bintang (PBB)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Delapan tahun. Cukup lama untuk mengenal denyut nadi sebuah daerah hanya lewat pena, kamera, dan obrolan singkat dengan warga di pinggir jalan. Hari ini, babak itu resmi ditutup.

La Ode Safarudin, jurnalis yang selama delapan tahun menjadi “telinga dan mata” masyarakat Muna Barat, resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Muna Barat melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB).

Pelantikan yang berlangsung di Gedung DPRD Muna Barat, Senin (14/10/2026) bukan sekadar seremoni. Ia adalah titik balik. Dari ruang redaksi yang bising oleh deru deadline, La Ode kini melangkah ke gedung dewan yang penuh dinamika kebijakan.

Dari posisi bertanya sebagai pewarta, kini ia ditanya dan dituntut menjawab sebagai wakil rakyat.

“Saya Banyak Mendengar Keluhan yang Belum Terjawab, Selama 8 tahun itu saya banyak mendengar. Mendengar keluhan petani, mendengar aspirasi pemuda, mendengar janji-janji yang belum ditepati,” ujar La Ode usai mengucapkan sumpah jabatan.

Suaranya tenang, tapi matanya menyala seolah menyimpan ribuan cerita yang belum sempat ia tulis.

Sebagai jurnalis, La Ode terbiasa turun langsung. Ia tahu persis di desa mana jalan masih rusak, sekolah mana yang kekurangan guru, dan program pemerintah mana yang “macet” di tengah jalan.

Pengalaman itu kini ia bawa ke parlemen. Ia paham kebijakan yang bagus di atas kertas bisa jauh berbeda saat sampai ke kampung.

Tantangan Baru: Dari Mengkritisi ke Dikritisi

Dunia jurnalisme mengajarinya satu hal: transparansi. Dunia politik menuntut hal lain: eksekusi.

Peralihan peran ini bukan mudah. Dari posisi mengkritisi, kini ia ada di posisi yang dikritisi. Dari menulis berita, kini ia yang akan jadi berita. Dari mengamati kekuasaan, kini ia bagian dari kekuasaan.

Tapi justru di situlah tantangannya. Bagaimana semangat jurnalisme cek dan ricek, berpihak pada fakta, dan dekat dengan rakyat bisa ia bawa ke dalam ruang sidang yang sering kali dingin oleh prosedur

“Catatan saya di lapangan belum selesai. Hanya medianya yang berubah,” pungkasnya. Kalimat itu bukan sekadar penutup. itu adalah janji.

Harapan Baru untuk Muna Barat

Masyarakat Muna Barat kini menaruh harapan. Harapan bahwa ada “orang media” di dalam dewan. Orang yang paham cara menyampaikan aspirasi, yang terbiasa mendengar, dan yang tidak takut bersuara lantang demi kebenaran.

Bagi La Ode, amanah ini adalah kelanjutan dari tugas jurnalistiknya. Dulu ia menyuarakan lewat berita, sekarang ia menyuarakan lewat kebijakan, Dulu ia mencatat penderitaan warga. Kini ia berjanji mengubahnya jadi aksi.

  • Reporter: Farid