Gunakaan alat darurat, Kapolres Koltim ikut Padamkan Kebakaran Lahan Rawa di Lalolae

waktu baca 3 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Kapolres Kolaka Timur AKBP Tinton Yudha Riambodo turun langsung ke lokasi kebakaran lahan rawa di Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu, 26 Agustus 2026 malam.

Tinton tiba sekitar pukul 17.30 Wita dan langsung bergabung dengan tim gabungan yang berupaya memadamkan kobaran api. Di tengah keterbatasan peralatan, ia bahkan terpantau ikut memadamkan api menggunakan ranting pohon.

Aksi tersebut dilakukan saat api masih membakar kawasan rawa dan merembet di sejumlah titik.

Petugas harus bergerak menyisir lahan untuk mencegah kobaran meluas. Kebakaran dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 15.00 Wita.

Api diduga berasal dari kawasan rawa di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo, sebelum merembet hingga ke lahan rawa di Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae.

Berdasarkan informasi yang diterima Triaspolitika.id, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare. Rinciannya, sekitar 5 hektare berada di Desa Weamo dan 15 hektare di Desa Wesalo.

Pemadaman melibatkan personel Polres Kolaka Timur, Polsek Lalolae, Polsek Mowewe, Polsek Rate-Rate, Dinas Pemadam Kebakaran Kolaka Timur, BPBD Kolaka Timur, Koramil Rate-Rate, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.

Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu kendaraan tangki BPBD Kolaka Timur. Sejumlah petugas juga menggunakan pompa air gendong untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan rawa.

Untuk pemadaman api sebagian kecil titk api yang dapat di jangkau oleh alat pemadam milik Damkar, sehingga harus di padamkan dengan cara manual dengan menggunakan tangki gendong untuk menyemprot titik titik api.

Di lokasi tersebut tidak ada sumber air, namun bekat kerjasama Polri, Pemerintah daerah dan Masyarakat sehingga api dapat di padamkan secara merata.

Kapolsek Lalolae Ipda Achmad Hidayat mengatakan kondisi medan memang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

“Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan rawa dan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Api dapat merembet melalui lahan yang kering sehingga petugas harus memastikan titik-titik api benar-benar padam,” kata Achmad.

Kata Achmad, informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima personel piket Polsek Lalolae dari masyarakat. Setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar serta BPBD Kolaka Timur.

Pendalaman dilakukan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Pemadaman akan dilanjutkan pada Kamis, 27 Agustus 2026, untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Warga Desa Wesalo turut membantu petugas memadamkan api dan memberikan informasi mengenai titik-titik yang masih terbakar di sekitar kawasan permukiman.

Salah seorang warga Desa Wesalo, Nawir, mengapresiasi respons cepat kepolisian setelah menerima laporan kebakaran.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Koltim yang begitu sigap dalam menerima informasi,” ujar Nawir.

Menurut dia, kehadiran petugas di lokasi memberikan rasa aman bagi masyarakat, terlebih kebakaran terjadi di kawasan lahan yang cukup luas.

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polisi mengingatkan api yang tidak segera ditangani dapat dengan cepat meluas, terutama pada lahan rawa dan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

  • Editor: Dekri