PT Vale Perkuat Upaya Tekan Angka Kematian DBD Lewat Promosi Kesehatan di Kolaka

waktu baca 3 menit
Health Educator PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa Mokhammad Syifak

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Environmental, Social, and Governance (ESG) bertajuk Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya dengan menggelar Promosi Kesehatan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD sekaligus menekan angka kasus dan kematian akibat penyakit yang kerap meningkat saat musim penghujan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Senior Coordinator Community Development PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Charles Kristian, Health Educator PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa Mokhammad Syifak, Kepala Puskesmas Baula Sukmawati, Sekretaris Kecamatan Baula Asdimansyah Muis, serta masyarakat Desa Puubenua.

Health Educator PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, mengatakan kasus kematian akibat DBD di Kabupaten Kolaka masih menjadi perhatian, terutama ketika memasuki musim penghujan. Karena itu, PT Vale terus mengintensifkan kegiatan promosi kesehatan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

“Kami hadir untuk menekan case fatality rate atau angka kematian akibat DBD melalui promosi kesehatan. Harapannya masyarakat lebih memahami gejala penyakit ini sehingga tidak terlambat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” ujar Syifak usai memberikan materi penanggulangan DBD kepada masyarakat Desa Puubenua.

Menurut dia, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif. Pada 2025, angka case fatality rate akibat DBD di wilayah sasaran program berhasil turun sekitar 0,4 persen.

Melalui kegiatan promosi kesehatan, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai gejala awal DBD, langkah penanganan pertama di rumah, hingga pentingnya segera membawa pasien ke puskesmas apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada infeksi DBD.

“Alhamdulillah, melalui promosi kesehatan yang kami lakukan, angka kematian akibat DBD pada 2025 mengalami penurunan sekitar 0,4 persen. Kami berharap pada 2026 angka tersebut dapat ditekan lebih rendah lagi sehingga tidak ada pasien yang terlambat memperoleh pertolongan pertama,” katanya.

Syifak menjelaskan, Desa Puubenua merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko cukup tinggi terhadap penyebaran DBD karena sebagian besar kawasan desa dikelilingi hutan dan area perkebunan yang berpotensi menjadi habitat berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, PT Vale juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di wilayah operasional melalui berbagai program pelatihan. Di antaranya pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi dokter, perawat, dan bidan untuk meningkatkan kemampuan menangani kondisi kegawatdaruratan akibat trauma maupun gangguan kardiovaskular.

Perusahaan juga menyelenggarakan pelatihan Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS) bagi tenaga medis yang bertugas di unit pelayanan kritis, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kami memiliki program pelatihan BTCLS dan ACLS bagi dokter serta tenaga kesehatan di Puskesmas Pomalaa, Baula, Tanggetada, Wundulako, dan wilayah sekitarnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, PT Vale turut meningkatkan kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah operasional perusahaan. Menurut Syifak, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat sehingga perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, tenaga kesehatan, dan masyarakat, PT Vale berharap program promosi kesehatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menurunkan angka kesakitan maupun kematian akibat Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kolaka.

  • Editor: Dekri