PT Vale Edukasi Warga Tambea Terapkan PHBS untuk Cegah DBD

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG).

Senior Coordinator Community Development PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengatakan edukasi PHBS menjadi salah satu program unggulan perusahaan di sektor kesehatan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit.

“Ini merupakan salah satu pilar kesehatan yang menjadi program andalan kami dalam implementasi ESG PT Vale. Kami ingin mendorong terwujudnya Kolaka yang sehat, bersih, dan berdaya,” kata Charles di Kolaka, Kamis.

Menurut Charles, kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan desa. Ia menilai kondisi kesehatan keluarga sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Ketika anggota keluarga, terutama yang menjadi tulang punggung, jatuh sakit, produktivitas dan pendapatan keluarga akan terganggu. Karena itu, kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk menjaga lingkungan dari berbagai potensi penyakit melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Pomalaa, Armayanti, mengapresiasi inisiatif PT Vale yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan penyebaran DBD di wilayah tersebut. Menurut dia, edukasi kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

“Tujuan utama sosialisasi ini adalah menekan angka kematian akibat DBD. Kuncinya ada pada tindakan pencegahan melalui kebersihan lingkungan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir. Ia mengatakan kasus DBD di desanya masih menjadi perhatian karena sejumlah warga sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat terjangkit penyakit tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas edukasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” ujar Muslipang.

Ia menambahkan, keterlibatan ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Pomalaa. Pemerintah kecamatan mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.

Selain itu, pemerintah kecamatan mendorong agar kegiatan edukasi ditindaklanjuti dengan aksi nyata berupa kerja bakti rutin untuk membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan dukungan berkelanjutan dari PT Vale.

Melalui edukasi PHBS, PT Vale menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kesehatan yang berdampak langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.(**)