Pemkab Mubar Pastikan Pembangunan Asrama Mahasiswa di Kendari dimulai 2026

waktu baca 2 menit
Bupati Muna Barat La Ode Darwin bersama Mahasiswa saat meninjau lokasi pembangunan Asrama

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) di bawah kepemimpinan Bupati La Ode Darwin memastikan proyek pembangunan asrama mahasiswa di Kota Kendari akan segera direalisasikan.

Pembangunan hunian bagi putra daerah yang menempuh pendidikan tinggi tersebut dijadwalkan mulai digarap pada tahun anggaran 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh La Ode Darwin saat meninjau aset daerah di Kecamatan Kambu, Kota Kendari, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Darwin didampingi sejumlah perwakilan mahasiswa untuk mengecek kondisi lahan seluas 50×50 meter yang akan menjadi lokasi proyek.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, lahan tersebut baru memiliki tanggul keliling yang dibangun sejak 2023, tanpa ada fondasi atau struktur bangunan lanjutan.

Darwin mengakui kondisi lahan masih berupa tanah rendah yang memerlukan penanganan khusus sebelum proses konstruksi dimulai.

“Saya akan minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna Barat untuk menghitung kebutuhannya. Prioritas awal adalah penimbunan dan pemerataan lahan karena kondisinya agak dalam. Setelah rata, baru kita masuk ke tahap desain. Yang pasti, tahun 2026 pembangunan dimulai,” kata Darwin usai peninjauan lahan.

Dalam diskusi santai bersama mahasiswa di lokasi, disepakati bahwa asrama tersebut akan dibangun satu lantai guna efisiensi anggaran dan kemudahan pemeliharaan jangka panjang. Meski hanya satu lantai, Darwin menjanjikan kapasitas kamar yang maksimal.

“Kesepakatan dengan mahasiswa adalah membangun satu lantai agar perawatan lebih mudah. Kita optimalkan luas lahan dengan memperbanyak jumlah kamar,” ujarnya.

Tahap awal pengerjaan akan difokuskan pada pematangan lahan dengan alokasi anggaran berkisar antara Rp600 juta hingga Rp1 miliar.

Secara bertahap, Pemkab Mubar berencana membangun 11 kamar pertama pada tahun tersebut mewakili jumlah kecamatan di Muna Barat. Targetnya, pembangunan akan ditambah 10 kamar setiap tahun hingga mencapai total 40 kamar.

Proyek ini merupakan respons atas keluhan mahasiswa asal Muna Barat yang kerap terbebani biaya sewa hunian di ibu kota Sulawesi Tenggara.

Kehadiran asrama ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meringankan biaya hidup mahasiswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Darwin juga menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah. Diketahui, pengadaan lahan tersebut telah menelan biaya sebesar Rp2 miliar.

Saat ini, Pemkab tengah mengurus proses pengalihan sertifikat tanah dari sertifikat induk menjadi atas nama Pemkab Mubar.

“Aset ini sudah menghabiskan anggaran Rp2 miliar, jadi wajib dimanfaatkan. Kami berkomitmen menyelesaikan asrama ini demi kepentingan mahasiswa kita,” pungkas Darwin.

  • Reporter: Farid