Mahasiswa UHO Tuntaskan KKN di Tanggetada, Perkuat Literasi Digital dan Edukasi Tangkal Hoaks

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Tahun 2026 di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (31/8/2025).

Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa memusatkan perhatian pada program pemberdayaan masyarakat melalui tema “Literasi Digital dan Penanggulangan Berita Hoaks di Desa”.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi serta mencegah penyebaran berita bohong yang kian marak di media sosial.

Koordinator Desa KKN UHO, Muhammad Bitang Yudiarta Togala, mengatakan penyuluhan mengenai hoaks menjadi salah satu program prioritas karena masih banyak warga yang menerima dan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Kami bersama teman-teman mahasiswa mengadakan penyuluhan tentang berita hoaks di Balai Desa Tanggetada. Kami melihat penyebaran berita hoaks sangat mudah terjadi, terutama melalui grup WhatsApp dan Facebook warga. Karena itu, kami melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pendekatan door to door,” ujar Muhammad Bitang Yudiarta Togala.

Ia menjelaskan, program literasi digital yang dijalankan mencakup sejumlah kegiatan edukatif. Di antaranya sosialisasi cek fakta dengan mengajarkan masyarakat memverifikasi informasi melalui situs resmi dan media yang kredibel, pelatihan bagi admin grup media sosial desa agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta pembuatan poster dan video edukasi mengenai bahaya hoaks yang diputar di Balai Desa Tanggetada.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat membangun budaya bermedia sosial yang lebih bijak sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Camat Tanggetada, Hamdi Rapiun, S.P., M.A.P., mengapresiasi kontribusi mahasiswa UHO selama menjalankan program KKN. Ia menilai kegiatan literasi digital sangat relevan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

“Program ini sangat penting karena dinamika kehidupan saat ini berkembang begitu cepat, termasuk penggunaan media sosial yang luar biasa masif. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan pendampingan literasi digital agar mampu menyaring setiap informasi yang diterima, mengetahui sumbernya, serta memastikan kebenarannya. Sebab, hoaks dapat memengaruhi kehidupan bermasyarakat,” kata Hamdi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Berdasarkan berbagai hasil riset, sekitar 30 hingga 60 persen masyarakat Indonesia pernah terpapar informasi hoaks. Tentu kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Kami berharap seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Tanggetada, tidak langsung percaya terhadap berita yang beredar, tetapi terlebih dahulu memeriksa kebenarannya sebelum membagikannya kepada orang lain,” tegasnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UHO berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital terus meningkat sehingga penyebaran hoaks dapat ditekan dan masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan media sosial.

  • Reporter: A. Jamal