Mahasiswa KKN USN Kolaka Siapkan Delapan Program Pemberdayaan untuk Desa Ambapa

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Tahun 2026 memaparkan delapan program kerja yang akan dilaksanakan di Desa Ambapa, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.

Program tersebut disampaikan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Balai Desa Ambapa, Senin (20/7/2026), sebagai langkah awal membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Seminar dihadiri Kepala Desa Ambapa beserta perangkat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKN yang bertugas di desa tersebut.

Kegiatan itu menjadi tahapan awal untuk memperkenalkan program pengabdian yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama masyarakat. Seluruh program dirancang agar selaras dengan kebutuhan desa sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Kolaborasi SDGs untuk Desa Berdaya dan Berkelanjutan”, mahasiswa KKN menitikberatkan program pada pemberdayaan masyarakat, penguatan potensi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Koordinator kegiatan menjelaskan, delapan program kerja tersebut terbagi dalam tiga bidang utama, yakni pemerintahan dan lingkungan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, serta kesehatan.

Pada bidang pemerintahan, infrastruktur, dan lingkungan, mahasiswa akan melaksanakan pembuatan patok batas wilayah antara Desa Ambapa dan Desa Tutuwi, pengecatan ulang tugu di kawasan perempatan lapangan desa, pemasangan papan nama setiap dusun, serta pemasangan papan petunjuk arah menuju objek wisata Air Terjun Ambapa.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas wilayah sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata desa.

Selain itu, mahasiswa juga mengusung program unggulan berupa pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mengoptimalkan potensi peternakan lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Di sektor pendidikan dan sosial, mahasiswa akan berperan sebagai guru pendamping di sekolah dasar serta memberikan pelatihan kepramukaan bagi siswa. Mereka juga akan menggelar sosialisasi mengenai etika dan tata krama kepada siswa tingkat SD dan SMP sebagai upaya membangun karakter generasi muda.

Sementara pada bidang kesehatan, mahasiswa akan melaksanakan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) yang difokuskan pada penggunaan obat bebas dan antibiotik secara rasional. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Ambapa.

Materi sosialisasi akan mencakup cara memilih obat yang aman melalui pengecekan label dan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), aturan penggunaan obat yang benar, hingga pentingnya menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter untuk mencegah resistensi antimikroba.

Mahasiswa juga merencanakan program pemilahan sampah dengan penyediaan tempat sampah terpilah di kawasan lapangan desa sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Seluruh kegiatan akan dipusatkan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari kawasan perbatasan desa, area lapangan, Balai Desa Ambapa, sekolah dasar dan menengah, hingga Poskesdes.

Dalam sesi diskusi, pemerintah desa dan masyarakat memberikan berbagai masukan terhadap program yang dipaparkan. Saran tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan agar pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat.

Pemerintah Desa Ambapa menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang telah dirancang dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa pelaksanaan KKN.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, delapan program tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola desa, meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik, menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, memperkuat karakter generasi muda, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN USN Kolaka berharap program pengabdian yang dijalankan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Desa Ambapa yang lebih tertata, mandiri, dan berkelanjutan sesuai semangat pembangunan berbasis SDGs.