Di Tengah Efisiensi Anggaran, La Ode Darwin Amankan Revitalisasi 27 Sekolah di Muna Barat

waktu baca 2 menit
Bupati, La Ode Darwin (Helm Putih), Wakil Bupati, Ali Basa (Kiri, Rompi Oranye), Kadis Pendidikan, La Samahu (Kanan, Baju Putih).

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat resmi memulai pelaksanaan Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Penataan Lingkungan Sekolah Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan SD Negeri 7 Barangka oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Wakil Bupati Ali Basa dan Kepala Dinas Pendidikam dan Kebudayaan, La Samahu, Jumat (24/7/2026).

Pada tahun ini, Kabupaten Muna Barat memperoleh alokasi bantuan revitalisasi untuk 27 satuan pendidikan, yang terdiri atas 13 sekolah dasar (SD), 9 sekolah menengah pertama (SMP), dan 5 pendidikan anak usia dini (PAUD). Nilai anggaran tahap pertama program tersebut mencapai Rp27 miliar.

Dalam sambutannya, La Ode Darwin mengatakan, keberhasilan Muna Barat memperoleh alokasi bantuan tersebut merupakan capaian yang patut disyukuri di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah pusat.

“Di tengah efisiensi anggaran, Muna Barat mendapatkan bantuan revitalisasi bangunan sekolah sebanyak 27 sekolah yang terdiri dari TK/PAUD, SD, dan SMP. Total anggarannya mencapai Rp27 miliar pada tahap pertama,” ujar Darwin.

Ia menjelaskan, dana revitalisasi dikelola langsung oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan.

Pemerintah daerah, kata dia, berperan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau pelaksanaannya tidak sesuai petunjuk teknis, pemerintah daerah berhak melakukan audit melalui Inspektorat. Program ini merupakan program prioritas Presiden RI sehingga mendapat pendampingan dari aparat penegak hukum,” katanya.

Darwin menuturkan, SD Negeri 7 Barangka dipilih sebagai lokasi peletakan batu pertama karena sekolah tersebut pernah mengalami musibah ambruknya bangunan yang mengakibatkan seorang siswa menjadi korban.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan memberikan bantuan rehabilitasi menyeluruh, termasuk pembangunan gedung baru.

“Peletakan batu pertama hari ini menjadi simbol komitmen kita untuk memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat, La Samahu, mengatakan jumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu hanya lima sekolah yang menerima bantuan revitalisasi. Tahun ini meningkat menjadi 27 satuan pendidikan, terdiri atas 13 SD, 9 SMP, dan 5 PAUD,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan alokasi bantuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di Muna Barat.

Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Penataan Lingkungan Sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan melalui rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sekolah yang layak.

Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi peserta didik.

  • Reporter: Farid