Aksi Massa di Matarape Memanas, Sejumlah Kendaraan dan Alat Berat Rusak

waktu baca 3 menit
Informasi awal menyebutkan, kerusakan terjadi dalam rangkaian aksi Aliansi Masyarakat Matarape yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026).

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Situasi di Desa Matarape, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memanas setelah aksi pemblokiran akses menuju kawasan jetty berujung pada kerusakan sejumlah kendaraan dan peralatan berat milik perusahaan.

Informasi awal menyebutkan, kerusakan terjadi dalam rangkaian aksi Aliansi Masyarakat Matarape yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026).

Sejumlah peralatan berat dilaporkan mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat laporan mengenai pembakaran terhadap alat berat di sekitar lokasi.

Selain itu, dua kendaraan milik warga juga mengalami kerusakan berat.

Namun, hingga kini belum terdapat informasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas masing-masing kerusakan tersebut. Polisi masih perlu melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan pelaku dalam setiap kejadian.

Informasi yang diterima Triaspolitika.id aksi massa bermula sekitar pukul 09.00 Wita. Massa berkumpul di rumah seorang warga Desa Matarape.

Sekitar pukul 09.20 Wita, massa kemudian bergerak menuju perempatan jalan hauling yang menjadi salah satu akses menuju kawasan jetty.

Setibanya di lokasi, massa menyampaikan aspirasi melalui orasi. Mereka juga memasang kayu, bambu, dan spanduk serta mendirikan tenda di badan jalan.

Pemasangan berbagai penghalang tersebut menyebabkan akses menuju kawasan jetty terhenti.

Sekitar pukul 10.01 Wita, seorang perwakilan manajemen perusahaan mendatangi lokasi untuk menemui massa aksi.

Komunikasi antara perwakilan perusahaan dan massa kemudian mengalami ketegangan. Perbedaan komunikasi membuat situasi sempat memanas.

Personel kepolisian bersama petugas keamanan berupaya meredakan situasi agar tidak terjadi benturan.

Hingga sekitar pukul 10.45 Wita, pemalangan masih berlangsung dan aktivitas perusahaan menuju kawasan jetty belum dapat berjalan normal.

Situasi kembali berkembang sekitar pukul 12.15 Wita. Pada waktu tersebut, dua kendaraan milik massa aksi dilaporkan mengalami kerusakan.

Sekitar pukul 12.45 Wita, personel kepolisian kemudian menuju Desa Matarape. Polisi memberikan imbauan kepada masyarakat agar menahan diri dan menghindari tindakan balasan.

Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Namun, sekitar pukul 13.15 Wita, sejumlah warga kembali mendatangi lokasi.

Polisi kembali berupaya mencegah terjadinya benturan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Sekitar pukul 13.20 Wita, situasi kembali memanas hingga terjadi benturan fisik yang melibatkan sebagian masyarakat dan pihak perusahaan.

Dalam benturan tersebut, berdasarkan informasi awal, terdapat penggunaan kayu, besi, dan benda lainnya.

Situasi semakin tidak terkendali sekitar pukul 13.28 Wita.

Aksi saling serang dilaporkan terjadi di sekitar lokasi. Dalam rangkaian kejadian tersebut, sejumlah peralatan berat mengalami kerusakan.

Selain kerusakan, muncul pula laporan mengenai adanya pembakaran terhadap alat berat.

Dua kendaraan milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan pengrusakan maupun pembakaran terhadap peralatan tersebut.

Informasi mengenai penyebab dan kronologi masing-masing kerusakan masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait.

Polisi terus berupaya mencegah terjadinya benturan lanjutan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Aparat juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan balasan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Rangkaian kejadian tersebut bermula dari aksi penyampaian aspirasi dan pemblokiran akses menuju kawasan jetty, kemudian berkembang menjadi benturan dan kerusakan sejumlah kendaraan serta peralatan perusahaan.

Penyelesaian persoalan antara masyarakat dan perusahaan diharapkan dapat ditempuh melalui dialog dengan melibatkan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.

Sementara itu, setiap dugaan tindak pidana dalam rangkaian kejadian tersebut perlu ditangani melalui mekanisme hukum untuk memastikan pertanggungjawaban berdasarkan bukti dan fakta yang diperoleh dalam penyelidikan.

Hingga berita ini ditulis, situasi di Desa Matarape masih memerlukan pemantauan. Keterangan resmi dari kepolisian, pihak perusahaan, dan perwakilan masyarakat diperlukan untuk memperjelas keseluruhan rangkaian kejadian.

  • Laporan: Alif