Sekda Baubau Buka Mubes I KK-Buteng, Dorong Penguatan Sara Patanguna

waktu baca 3 menit
Sekda Baubau, Laode Darusalam di dampingi para tokoh perwaikalan 7 kecamatan memukul gong tanda mubes resmi di buka|Ahmad/Triaspolitika.id

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau Laode Darusalam mewakili Wali Kota Baubau resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Buton Tengah (KK-Buteng) Kota Baubau, Sabtu (26/9/2026).

Mubes perdana yang diikuti sekitar 350 delegasi dari tujuh kecamatan se-Buton Tengah yang berdomisili di Kota Baubau itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan silaturahmi warga Buton Tengah di Kota Baubau.

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama Buton Tengah dan Kota Baubau, pimpinan organisasi kemasyarakatan, paguyuban, pemuda, serta keluarga besar KK-Buteng Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Laode Darusalam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes I KK-Buteng.

Menurut dia, forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan warga Buton Tengah.

“Mubes ini bukan sekadar momen prosedural untuk memilih kepengurusan baru, tetapi menjadi tonggak sejarah penting untuk mempererat tali silaturahmi sara patanguna dan memperkokoh persatuan warga Buton Tengah yang ada di Kota Baubau,” katanya.

Ia mengatakan warga asal Buton Tengah merupakan salah satu kelompok paguyuban yang memiliki kontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Kota Baubau.

Keberadaan warga Buton Tengah, kata dia, turut memberikan warna dalam kehidupan masyarakat sekaligus berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, jasa hingga pemerintahan.

“Kota Baubau adalah rumah kita bersama. Keberagaman latar belakang dan rumpun keluarga yang mendiami kota ini adalah kekayaan terbesar kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Baubau menitipkan tiga harapan kepada KK-Buteng. Pertama, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Baubau dalam mendukung program pembangunan daerah.

Kedua, menjaga kedamaian dan kondusivitas. Warga Buton Tengah diharapkan turut berperan dalam menjaga ketertiban, ketenteraman dan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Baubau.

Ketiga, kepengurusan yang terpilih nantinya diharapkan mampu melahirkan program kerja konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Kota Baubau.

Pembukaan Mubes ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Baubau yang didampingi tujuh tokoh masyarakat Buton Tengah. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh perwakilan kecamatan se-Buton Tengah.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Mubes I KK-Buteng resmi dibuka,” ucap Laode Darusalam.

Sementara itu, Ketua Panitia Mubes I KK-Buteng Nurman, S.E., M.Si., mengatakan pembentukan kerukunan tersebut berawal dari kegelisahan sejumlah tokoh masyarakat Buton Tengah, baik yang berada di Kota Baubau maupun di Kabupaten Buton Tengah.

“Ini atas dasar kegelisahan tokoh masyarakat yang melihat masyarakat Buteng belum mempunyai kerukunan, olehnya itu kami dari generasi muda mewujudkan kegelisahan itu,” kata Nurman di hadapan peserta Mubes.

Mubes I KK-Buteng mengusung tema *“Dha Seonu Fekihi Soo Kaetano Liwu (Satu Kebaikan untuk Kebaikan Negeri)”.

Nurman menjelaskan tema tersebut mengandung makna menyatukan pemikiran, ide dan gagasan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa.

“Jadi maknanya adalah satukan pemikiran, ide dan gagasan demi kemaslahatan bangsa,” jelasnya.

Menurut dia, Mubes I KK-Buteng memiliki empat tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi warga Buton Tengah, melakukan konsolidasi organisasi, memilih ketua dan pengurus periode 2026-2029, serta menyusun program kerja untuk tiga tahun mendatang.

Mubes tersebut diikuti sekitar 350 delegasi yang mewakili tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah dan berdomisili di Kota Baubau. Panitia pelaksana berjumlah 25 orang.

Nurman menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan Mubes terlaksana melalui swadaya pengurus dan sumbangan sukarela dari para donatur tanpa adanya pungutan yang bersifat mengikat.

  • Reporter: Ahmad