Guru PPPK SMAN 1 Sawerigadi Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Verbal di Live TikTok

waktu baca 5 menit
Ilustrasi

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang warga, Wulan Valenzya, melaporkan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMAN 1 Sawerigadi, Inda Rahma Sari, ke Polsek Watopute atas dugaan pelecehan verbal melalui siaran langsung TikTok.Pengaduan itu disampaikan setelah konflik yang sebelumnya disebut telah berdamai kembali memanas di media sosial.

Wulan mengaku menjadi sasaran pembicaraan yang dinilainya merendahkan martabat, termasuk dugaan penghinaan terhadap kondisi fisik dan mentalnya. Ia juga menyebut mendengar ucapan bernada ancaman dalam sejumlah siaran langsung yang diduga berkaitan dengan pihak terlapor.

Kapolsek Watopute, IPDA Anwar Sukma, membenarkan pengaduan tersebut telah diterima.

“Ibu Wulan telah melapor dan anggota Polsek sudah menerima pengaduannya. Saat ini kami akan melakukan pendalaman masalah pengaduan Ibu Wulan,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, seluruh dugaan masih berstatus pengakuan pelapor dan perlu diuji melalui pemeriksaan bukti, keterangan para pihak, serta proses hukum oleh pihak berwenang.

Berawal dari Pertemuan di Indomaret

Kepada wartawan, Wulan menceritakan persoalan bermula ketika Inda dan seorang perempuan bernama Elis melakukan siaran langsung di sebuah gerai Indomaret, Rabu (21/10/2026). Saat Wulan datang, ia mengaku mendengar kalimat yang diyakininya menyindir dirinya.

“Katanya, kita ketemu musuhnya Elis, tapi bukan saingan,” ungkap Wulan, menirukan ucapan yang menurutnya disampaikan saat itu.

Wulan mengaitkan kalimat tersebut dengan perselisihan lamanya dengan Elis, yang disebut sepupu Inda, sekitar satu tahun lalu. Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya telah ia anggap selesai.

Merasa tersinggung, Wulan kemudian membuat unggahan di Facebook berisi sindiran mengenai pentingnya mengetahui latar belakang seseorang sebelum menyindir atau merendahkannya.

Pada malam harinya, Wulan mengaku menghubungi Inda melalui pesan langsung (DM) Facebook untuk meminta penjelasan secara pribadi. Dalam pesan itu, ia mempertanyakan alasan dirinya dibicarakan dalam siaran langsung.

Wulan juga menyinggung status Inda sebagai guru PPPK dan meminta persoalan tidak ditarik ke arah saling menyindir. Menurutnya, pesan tersebut tidak mendapatkan balasan.

Ia justru mengaku mendapati pesan itu diunggah ke WhatsApp Story dengan mencantumkan namanya secara terbuka.

Sempat Sepakat Berdamai

Wulan mengatakan dirinya kemudian mendatangi rumah Inda sekitar pukul 13.00 WITA dengan harapan persoalan dapat diselesaikan secara langsung, tanpa berlarut-larut di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya disebut sepakat berdamai dengan sejumlah ketentuan. Wulan mengaku meminta unggahan WhatsApp Story yang mencantumkan namanya dihapus serta persoalan tidak lagi diumbar di media sosial.

Sementara itu, Inda disebut meminta Wulan menarik pesan yang dikirim melalui Facebook. Wulan menyatakan kedua kesepakatan tersebut telah dilaksanakan.

Namun, menurut pengakuan Wulan, persoalan kembali memanas pada malam harinya. Ia mengaku menemukan siaran langsung TikTok yang melibatkan Inda, seseorang yang disebut sebagai adik Inda, Elis, serta seorang perempuan yang diperkenalkan sebagai bidan bernama Tuti.

Wulan menyebut siaran tersebut membahas kedatangannya ke rumah Inda. Ia juga mengaku mendengar ucapan bernada ancaman, termasuk perkataan tentang membakar menggunakan bensin dan menginjak batang leher.

Menurut Wulan, ucapan itu ditertawakan dan pembahasan serupa berlanjut hingga malam ketiga. Ia juga mengaku mendengar komentar yang merendahkan fisiknya, menyebut dirinya pendek, serta menyinggung kondisi mentalnya.

“Di malam ketiga itu kesabaran saya habis,” kata Wulan.

Wulan Bantah Isu Laki-Laki

Wulan mengungkapkan bahwa sebelum laporan polisi dibuat, bibinya telah mengingatkan pihak yang terlibat agar menghentikan siaran langsung tersebut agar konflik tidak semakin meluas.

Ia kemudian mengaku dihubungi pihak keluarga Inda yang menyebut persoalan tersebut sebagai masalah sepele dan masih dapat diselesaikan. Wulan mengatakan dirinya bersedia menunggu kedatangan keluarga pihak terlapor untuk membicarakan penyelesaian.

Namun, menurut Wulan, kedatangan keluarga tersebut justru diwarnai kemarahan. Ia juga mengaku menerima pernyataan yang mengaitkan konflik itu dengan persoalan laki-laki, serta tantangan agar dirinya melapor ke polisi.

Wulan menegaskan membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Elis memang merupakan mantan pasangan dari pacarnya, tetapi menegaskan pengaduannya bukan perkara asmara.

“Kalau saya ingin mempermasalahkan soal laki-laki, seharusnya sejak awal saya menyoroti Elis. Tetapi, yang saya persoalkan adalah apa yang saya alami dan pembicaraan yang menurut saya telah merendahkan harga diri saya,” ujar Wulan.

Ia berharap persoalan tersebut tidak dialihkan ke isu pribadi yang menurutnya bukan pokok pengaduan.

Polisi Lakukan Pendalaman

Wulan akhirnya mendatangi Polsek Watopute untuk menyampaikan pengaduan. Ia mengaku petugas kepolisian sempat berupaya menemui Inda, tetapi yang bersangkutan disebut beralasan sedang sakit.

Pada hari berikutnya, Wulan kembali mendatangi kepolisian untuk menunggu proses mediasi. Menurut keterangannya, upaya menemui Inda kembali dilakukan, tetapi ia disebut menyampaikan akan datang setelah Elis pulang kampung karena sedang cuti.

Wulan mengaku kebingungan karena dirinya sebagai pihak yang mengadu merasa harus menunggu kepulangan pihak lain sebelum persoalan dapat ditindaklanjuti.

Ia juga mengaku mendapat penjelasan bahwa persoalan tersebut masih dapat dimediasi, tetapi perlu menunggu Elis kembali dari cuti.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Watopute IPDA Anwar Sukma menegaskan pihaknya akan melakukan pendalaman atas pengaduan Wulan.

Keluarga Pelapor Berharap Proses Objektif

Persoalan ini diklaim turut berdampak pada keluarga Wulan. Ibunya, Sitti Darning, mengaku mengalami tekanan dan stres akibat konflik yang menimpa anaknya.

Ia berharap pihak kepolisian menindaklanjuti pengaduan tersebut secara cepat, profesional, dan objektif agar persoalan memperoleh kejelasan.

Keluarga berharap penyelesaian tidak hanya berhenti pada upaya mempertemukan para pihak, tetapi juga memastikan setiap dugaan diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Klarifikasi Inda Belum Diperoleh

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Inda Rahma Sari belum memberikan tanggapan substantif terkait tuduhan yang disampaikan Wulan. Menurut keterangan yang diterima, Inda justru mempertanyakan siapa yang melaporkan dirinya.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lengkap dari Inda mengenai kronologi konflik, isi siaran langsung yang dipersoalkan, maupun tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Redaksi tetap membuka ruang bagi Inda Rahma Sari dan pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab guna menjaga keberimbangan informasi.

  • Reporter: Farid