RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar: Jangan Biarkan “Quick Wins” Berubah Menjadi Monumen Keterlambatan
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Pemuda Muna Barat, Rahman Kusambi, menyorot tajam lambannya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat yang menyerap anggaran sekitar Rp158,3 miliar.
Menurutnya, proyek yang digadang sebagai wujud Quick Wins atau Program Hasil Terbaik Cepat justru berisiko mengkhianati harapan masyarakat jika tidak segera diperbaiki secara transparan dan akuntabel.
“RSUD Muna Barat bukan sekadar gedung. Ia adalah janji negara kepada ibu yang harus dirujuk jauh, anak sakit yang menunggu layanan, dan keluarga yang selama ini terbatas akses kesehatan. Jika proyek sebesar ini terus berjalan lambat, yang dikorbankan adalah martabat dan hak dasar rakyat Muna Barat,” ujar Rahman Kusambi, Rabu (4/11/2026).
Proyek peningkatan RSUD Muna Barat dari kelas D menjadi kelas C ini dilaporkan memiliki nilai kontrak sekitar Rp158,3 miliar, dengan Rp138 miliar untuk pekerjaan fisik dan Rp20,3 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.
Pelaksanaannya adalah konsorsium PT Adhi Persada Gedung dan PT Pandu, dengan target penyelesaian pada 30 Desember 2026.
Keterlambatan Tidak Boleh Ditutupi Keheningan
Rahman menegaskan, masyarakat tidak menuntut proyek selesai semalam. Namun, mereka berhak mengetahui kondisi nyata pembangunan yang menggunakan dana publik.
Kabar mengenai progres yang masih rendah, berkurangnya tenaga kerja, hingga dugaan persoalan upah buruh harus segera dijawab secara resmi oleh pemerintah, pengawas proyek, dan kontraktor.
“Jangan biarkan masyarakat hanya mendengar rumor. Jika ada kendala material, sampaikan. Jika ada masalah upah pekerja, selesaikan secara adil. Jika target tidak mungkin tercapai, buka rencana perbaikannya. Keheningan justru menumbuhkan kecurigaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya papan informasi proyek yang lengkap, mencakup nama kontraktor, nilai kontrak, jadwal, progres fisik, dan penanggung jawab. Bagi Rahman, transparansi bukan formalitas administratif, melainkan bentuk penghormatan terhadap rakyat yang mendanai pembangunan melalui APBN.
Tuntutan Nyata, Bukan Sekadar Kritik
Pemuda Muna Barat ini mengajak Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Muna Barat, konsorsium pelaksana, dan pengawas proyek untuk segera melakukan langkah konkret:
1. Membuka laporan progres fisik dan keuangan proyek secara berkala kepada publik.
2. Memasang papan informasi proyek yang jelas, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
3. Menjamin pemenuhan upah, keselamatan kerja, dan kesejahteraan pekerja lokal.
4. Menyusun rencana percepatan yang realistis tanpa mengorbankan mutu dan keselamatan.
5. Mempublikasikan penanggung jawab jika terjadi keterlambatan, pembengkakan biaya, atau kegagalan mutu.
6. Melibatkan masyarakat, media lokal, dan tokoh masyarakat dalam pengawasan proyek.
“Kami tidak meminta drama. Kami meminta kerja, kejujuran, dan hasil. Proyek Rp158,3 miliar tidak boleh berhenti menjadi papan nama di pinggir jalan,” kata Rahman.
Waktu Terus Berjalan, Janji Harus Dibuktikan
Dengan sisa waktu menjelang akhir Desember 2026, Rahman menilai pemerintah pusat dan daerah tidak boleh bersikap wait and see.

Ia menekankan bahwa kegagalan menyelesaikan RSUD Muna Barat bukan hanya persoalan teknis konstruksi, melainkan kegagalan pelayanan publik yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai rumah sakit yang seharusnya menjadi mercusuar layanan kesehatan justru menjadi simbol keterlambatan. Waktu masih ada. Buktikan bahwa janji pemerintah bukan sekadar papan proyek, tetapi nyata dalam layanan kesehatan untuk rakyat Muna Barat,” pungkasnya.
Media telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak konsorsium pelaksana PT Adhi Persada Gedung dan PT Pandu. Namun, hingga berita ini diturunkan, media belum menerima tanggapan atau keterangan resmi dari pihak-pihak tersebut.
Media tetap membuka ruang klarifikasi. Apabila ada keterangan resmi, data progres, maupun penjelasan dari pihak terkait, media siap mempublikasikannya secara berimbang demi akurasi informasi dan kepentingan masyarakat.
- Reporter: Farid







