PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman

waktu baca 5 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026, PT Vale berhasil meraih dua Gold Awards pada Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman.

Penghargaan diterima oleh Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, bersama Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, pada acara penganugerahan InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.

Untuk Gold Award Kategori CSR & Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pangan, penghargaan diserahkan oleh Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ir. Nugroho Adi Sasongko, S.T., M.Sc., MBA, Ph.D., IPU. Sementara itu, Gold Award Kategori CSR & Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kemaritiman diserahkan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd.

Mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future,” InTechSEA Awards 2026 mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi, serta para inovator untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Acara penganugerahan turut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar; Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim; Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa; serta Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, bersama para pemimpin industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan dua penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam memastikan kehadiran pertambangan dapat menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter dan potensi setiap wilayah,” ujar Abu.

Dorong Kemandirian melalui Pangan dan Kemaritiman

Gold Award pada Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA: Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami, sebuah program yang dikembangkan PT Vale untuk memperkuat tata kelola dan membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi lahan bernilai ekonomi melalui pemanfaatan komoditas lokal.

Dengan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap, program ini melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Hingga saat ini, lima hektar lahan kritis telah dimanfaatkan menjadi lahan produktif, antara lain melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.

Program PONDATA juga telah mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yaitu selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.

Sementara itu, penghargaan pada Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili, yang berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.

Program ini menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yaitu pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut. Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun dalam mendukung upaya restorasi dan konservasi.

Di sisi ekonomi, program turut mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut, sehingga upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.

Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.

Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, menambahkan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.

Dinilai oleh Juri Lintas Kementerian, Lembaga, dan Akademisi

Proses penjurian InTechSEA Awards 2026 melibatkan para juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi. Mereka berasal antara lain dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek); Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); Kementerian Pertanian (Kementan); Kementerian Lingkungan Hidup (KLH); Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM); Komisi Nasional Disabilitas (KND); PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN); Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); serta akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Keterlibatan juri lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk dalam melihat aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.

Pencapaian tahun ini melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan perdana InTechSEA pada 2025. Saat itu, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.

Bagi PT Vale, berbagai pengakuan eksternal tersebut menjadi bagian dari perjalanan berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat, memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)