Pria Ikut KB, BKKBN Siapkan Uang Saku Hingga Biaya Hidup dan Transportasi

waktu baca 2 menit
Hj. Ermin, Kepala Bidang Keluarga Berencana, dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Konawe.

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Konawe, terus memaksimalkan penggunaan alat kontrasepsi sebagai upaya meminimalisir tingginya angka kelahiran.

Sejumlah alat kontrasepsi jangka panjang dan pendek untuk wanita seperti, penggunaan spiral, pil dan suntik berjangka terus di sosialisasikan ke peserta Keluarga Berencana (KB).

Dan saat ini DPPKB juga mulai gencar menawarkan kontrasepsi jangka panjang bagi pria. Kontrasepsi ini yakni Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.

“BKKBN menyiapkan berapa alat kontrasepsi jadi kalau kontrasepsi yang Metode Operasi Pria (MOP) mulai kita sosialisasikan lagi sekarang,”kata Ermin Kabid Keluarga Berencana.

Ia menjelaskan ada beberapa alat kontrasepsi jangka panjang yang di sediakan BKKBN dengan waktu bervariasi.

Namun untuk metode MOP dan Metode Operasi Wanita (MOW) ini, kata Ermin merupakan metode jangka panjang yang sifatnya paten bagi pria dan wanita, sehingga sasaran ini lebih pada keluarga yang tidak lagi berencana memiliki keturunan.

“Untuk pengguna MOP dan MOW itu paten. Diperuntukkan bagi mereka yang tidak berencana untuk punya anak lagi,” terangnya.

Namun bagi akseptor metode MOP ini, lanjut Ermin, BKKBN memberikan reward bagi mereka, berupa uang saku, biaya hidup selama tiga hari sebesar 100 ribu perhari dan biaya transportasi.

Hal itu kata Ermin, sebagai penarik masyarakat untuk menggunakan metode MOP. Sebab kata dia, akseptor MOP di Konawe masih di kategorikan rendah.

“Presentasi masyarakat Konawe masih dianggap rendah karena disebabkan masih kurangnya sosialisasi langsung ke masyarakat terkait MOP ini, terus adanya rumor kalau MOP itu dikebiri padahal tidak,” ujarnya.

Berdasarkan target tahun ini, DPPKB konawe telah berhasil melakukan akseptor ke tujuh pria, sementara target yang di berikan sebanyak 10 pria tahun ini.

” Target tahun lalu itu tiga akseptor hasilnya tercapai, untuk tahun ini BKKBN menargetkan 10 akseptor dan baru 7 orang yang sudah melakukan,” ungkapnya.

error: Content is protected !!