Ormas Adat Tamalaki Tegaskan Dukungan terhadap Keberlanjutan Investasi IPIP

waktu baca 4 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Organisasi masyarakat (Ormas) adat Tamalaki kembali menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan investasi PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Komitmen tersebut disampaikan melalui kunjungan 30 ketua umum Ormas Tamalaki ke kawasan IPIP pada Kamis (6/8/2026).

Kunjungan tersebut mencerminkan semakin eratnya sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Bumi Mekongga.

Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Manrisal Usman, menyampaikan bahwa kehadiran IPIP telah memberikan berbagai dampak positif, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Ormas Tamalaki menegaskan komitmennya untuk terus mendukung investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia.

“Kehadiran kami hari ini selain sebagai bentuk silaturahmi, juga merupakan wujud dukungan kepada IPIP,” ujar Manrisal.

Senada dengan itu, Ketua Tamalaki Anoa Mekongga Sultra, Syamsul Rusdi, mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi di Kabupaten Kolaka sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda), Jabir Lahukuwi, menjelaskan bahwa kehadiran para ketua umum Ormas Tamalaki yang tergabung dalam tiga gerbong organisasi, yakni Aliansi Ormas Adat, Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (Formakom), dan Poros Tengah, merupakan bentuk dukungan terhadap investasi PT IPIP.

Dalam kesempatan tersebut, Jabir menyampaikan sejumlah masukan konstruktif sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.

Pertama, mendorong perluasan program beasiswa bagi masyarakat lokal. Menurutnya, program beasiswa yang telah dijalankan IPIP memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, ia berharap program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pelajar di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Partisipasi IPIP dalam bidang pendidikan, khususnya melalui program beasiswa, sangat penting bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat lokal. Kami berharap cakupan program ini dapat diperluas hingga tingkat SMK,” ujarnya.

Kedua, memperkuat dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya sebagai upaya melestarikan identitas serta warisan budaya, khususnya budaya Tolaki Mekongga.

Ketiga, menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Jabir juga menyinggung aksi demonstrasi yang sebelumnya dilakukan oleh Ormas Tamalaki. Menurutnya, langkah tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan aspirasi agar masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk bekerja dan berusaha di kawasan IPIP.

“Meskipun sempat muncul dinamika, hal itu bukan berarti kami menolak investasi. Aspirasi tersebut merupakan bentuk perhatian agar masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk bekerja dan berusaha di PT IPIP,” katanya.

Menanggapi dukungan tersebut, CEO IPIP, Ning Jiancheng, menyampaikan apresiasi kepada Ormas Tamalaki atas komitmen yang diberikan terhadap keberlangsungan investasi perusahaan.

Ia menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi yang selama ini terjalin dengan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kawasan industri yang berkelanjutan.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), IPIP berkomitmen menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pembangunan daerah, serta menyiapkan talenta lokal yang kompetitif sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia, di antaranya program beasiswa ikatan dinas bersama Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka serta program beasiswa bahasa Mandarin ke Tiongkok yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kolaka bersama IPIP.

Lebih lanjut, Ning Jiancheng menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan SDM lokal merupakan prioritas utama IPIP.

Sebagai kawasan industri multinasional yang dihuni tenaga kerja dari berbagai negara, khususnya Indonesia dan Tiongkok, IPIP juga berkomitmen menghormati dan mendukung pelestarian budaya Indonesia, terutama budaya lokal di wilayah operasional perusahaan.

“IPIP akan beroperasi puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun di Kolaka. Selama itu pula, kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tutup CEO IPIP.

Dukungan yang disampaikan Ormas adat Tamalaki menjadi cerminan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan investasi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang saling menguatkan, IPIP berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi pembangunan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat Bumi Mekongga.(*)