Menteri Rosan Apresiasi Komitmen Keberlanjutan PT Vale di Morowali, Dorong Hilirisasi Berbasis ESG

waktu baca 4 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa percepatan hilirisasi nasional harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rosan saat mengunjungi proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale Indonesia, usai menghadiri seremoni kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan pabrik Sambalagi, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rosan didampingi jajaran Danantara Indonesia, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy.

Rombongan disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Chief Project Officer (CPO) PT Vale Muhammad Asril, serta jajaran manajemen perusahaan.

Pada kesempatan itu, Rosan meninjau perkembangan proyek strategis nasional tersebut sekaligus melihat secara langsung implementasi berbagai program keberlanjutan yang dijalankan PT Vale.

Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah fasilitas nursery atau pusat pembibitan tanaman yang menjadi bagian dari program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang.

Di hadapan rombongan, Bernardus Irmanto memaparkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan, mulai dari pengembangan fasilitas pembibitan, rehabilitasi dan reklamasi lahan, pengelolaan sediment pond, hingga berbagai program konservasi lainnya.

Menurut Bernardus, seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kegiatan operasional pertambangan berjalan selaras dengan upaya perlindungan lingkungan.

Fasilitas nursery yang berada di kawasan operasional PT Vale menjadi salah satu simbol penerapan prinsip keberlanjutan perusahaan. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembibitan, fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang PT Vale dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh rantai bisnis.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Rosan mengaku terkesan dengan berbagai langkah keberlanjutan yang diterapkan PT Vale.

“Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga,” ujarnya.

Menurut Rosan, kualitas investasi tidak lagi hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa industri yang kuat adalah industri yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Selain mengunjungi fasilitas nursery, rombongan juga meninjau jetty yang menjadi salah satu infrastruktur utama penunjang operasional proyek HPAL.

Rosan bersama jajaran Danantara turut melihat aktivitas penambangan PT Vale dari udara. Dari pemantauan tersebut, terlihat penerapan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan area tambang hingga proses pemulihan dan perlindungan lingkungan.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian dari kontribusi PT Vale dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah mineral, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Secara terpisah, Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan proyek Indonesia Growth Project Morowali. Menurutnya, proyek tersebut dipersiapkan secara matang dan sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

“Saya menilai proyek ini dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik, dan akan dieksekusi dengan baik. Tentunya, proyek ini juga berjalan seiring dengan arah hilirisasi pemerintah. Morowali, menurut saya, menjadi pilot project yang baik,” ujarnya.

Bagi PT Vale Indonesia, hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan industri pengolahan mineral, tetapi juga sebagai upaya membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penerapan prinsip ESG, perusahaan menargetkan terciptanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.(**)