Konawe Masuk Empat Besar Nasional Daerah Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

waktu baca 3 menit

Jakarta : TRIASPOLITIKA.ID – Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 14,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026 dan menempatkan daerah itu di posisi keempat tertinggi secara nasional.

Berdasarkan data Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Konawe hanya berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 28,34 persen, Halmahera Tengah 23,53 persen, dan Halmahera Selatan 16,36 persen.

Bupati Konawe Yusran Akbar mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

“Kami bersyukur atas capaian ini. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Konawe bergerak positif melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Yusran saat dihubungi, Senin 7/9/2026.

Ia mengatakan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada peningkatan indikator ekonomi, tetapi juga berupaya memastikan pelayanan dasar masyarakat berjalan secara optimal.

Menurut dia, pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Penguatan enam SPM menjadi bagian dari fondasi pembangunan agar peningkatan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan berkeadilan,” ujarnya.

Selain mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, Konawe juga mampu menjaga tingkat inflasi. Pada Juli 2026, inflasi tahunan di daerah tersebut tercatat 1,49 persen, atau menjadi yang terendah di Sulawesi Tenggara.

Angka itu berada jauh di bawah tingkat inflasi Sulawesi Tenggara yang tercatat 3,43 persen.

Yusran mengatakan pengendalian inflasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan aktivitas ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan stabilitas harga. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Kinerja ekonomi tersebut turut tercermin dalam penerimaan daerah. Hingga semester pertama 2026, realisasi pajak restoran di Konawe telah mencapai 88,2 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut pemerintah daerah, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap mengalami pergerakan positif.

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan. Dari 546 kabupaten/kota yang tercatat dalam data tersebut, sebanyak 201 daerah mampu membukukan pertumbuhan di atas angka nasional.

Adapun daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada periode tersebut adalah Sumbawa Barat sebesar 28,34 persen, Halmahera Tengah 23,53 persen, Halmahera Selatan 16,36 persen, Konawe 14,94 persen, Halmahera Barat 12,73 persen, Pohuwato 12,61 persen, Maluku Barat Daya 11,91 persen, Halmahera Utara 11,05 persen, Bulungan 10,62 persen, dan Paser 10,28 persen.

Di sisi lain, sejumlah daerah mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, dengan Mimika mengalami kontraksi terdalam sebesar 19,39 persen, disusul Bojonegoro 3,66 persen, Murung Raya 2,80 persen, Morowali Utara 1,52 persen, Barito Timur 1,04 persen, Bontang 0,88 persen, Cilacap 0,27 persen, Bantaeng 0,07 persen, Kalimantan 0,36 persen, dan Toba 0,40 persen.

Yusran menegaskan Pemerintah Kabupaten Konawe akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis di daerah.

Ia mengatakan sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, diperlukan agar berbagai persoalan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dapat segera ditangani.

“Pengawalan pertumbuhan ekonomi harus menghasilkan penyelesaian nyata terhadap berbagai hambatan di daerah. Konawe akan terus memperkuat sinergi dan mendorong inovasi agar pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan,” kata Yusran.