Komitmen Ubah Sampah Jadi Emas, Irwansyah Bakal Hadirkan BSU Asoka di Koltim

waktu baca 3 menit

MAKASSAR, TRIASPOLITIKA.ID – Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Dr. Irwansyah, berkomitmen menghadirkan inovator Bank Sampah Unit (BSU) Asoka V Kelurahan Jongaya, Kota Makassar, ke Koltim untuk berbagi pengetahuan tentang pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Irwansyah bahkan menyatakan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangkan Direktur BSU Asoka V, Faisal, guna memberikan pembinaan kepada masyarakat Koltim.

Langkah itu dinilai penting untuk mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sekadar kumpul, angkut, dan buang menjadi kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai ekonomi.

Komitmen tersebut disampaikan setelah rombongan Koltim melakukan kunjungan koordinasi dan konsultasi bersama jajaran lurah serta Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) asal Koltim di Kantor Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Jongaya, Kota Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari secara langsung tata kelola dan inovasi BSU Asoka V yang dinilai berhasil mengembangkan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Faisal, BSU Asoka V telah meraih sejumlah penghargaan tingkat regional hingga dinobatkan sebagai BSU Terbaik Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada 2023.

Salah satu program yang menjadi perhatian rombongan ialah kolaborasi BSU Asoka V dengan PT Pegadaian melalui program konversi sampah menjadi tabungan emas.

“Sampai saat ini, dari pilah sampah yang konsisten, nasabah kami sudah mengumpulkan lebih dari 40 gram emas,” kata Faisal saat memaparkan program tersebut di Kantor Kecamatan Tamalate.

Menurut Irwansyah, model pengelolaan yang diterapkan BSU Asoka V memiliki potensi untuk direplikasi di Koltim. Persoalan sampah, kata dia, harus mulai dilihat bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Apa yang telah dilakukan oleh BSU Asoka mesti diterapkan juga di Koltim, mengingat sampah ini merupakan salah satu masalah besar di daerah kita. Kita akan datangkan Pak Faisal langsung ke Koltim,” ujar Irwansyah.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran pemerintah daerah tidak boleh menjadi penghambat untuk memulai program tersebut.

“Meskipun tidak ada anggaran daerah, kami siap gelontorkan dana pribadi agar beliau bisa hadir membina masyarakat kita,” tegasnya.

Rencana tersebut mendapat respons dari Lurah Rate-Rate, Hasrul, yang turut dalam rombongan. Ia menyatakan Kelurahan Rate-Rate siap menjadi lokasi percontohan sekaligus tempat pelatihan pengelolaan sampah berbasis ekonomi produktif.

Menurut Hasrul, pembagian dukungan antara pihak legislatif dan kelurahan telah dibicarakan untuk mempercepat pelaksanaan program.

“Nanti buat pelatihannya di Rate-Rate saja, kami sudah sepakat. Pak Irwansyah akan menanggung biaya transportasinya, sedangkan kami dari pihak Kelurahan Rate-Rate siap menanggung kebutuhan akomodasi dan operasional lainnya,” kata Hasrul.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah bagi masyarakat Kolaka Timur.

Dengan transfer pengetahuan dari BSU Asoka V, sampah yang selama ini identik dengan persoalan kebersihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan melalui pemilahan, pengelolaan, dan konversi sampah menjadi aset bernilai ekonomi.

  • Eitor: Dekri