HPN 2026 di Banten Usung Anugerah Kebudayaan PWI untuk Kepala Daerah dan Wartawan Penggerak Budaya

waktu baca 3 menit
AK-PWI – HPN 2021 di Ancol, era Covid-19 (Foto: Dok PWI)

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Banten pada 6–10 Februari 2026 bakal dimeriahkan dengan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Penghargaan tersebut ditujukan bagi bupati, wali kota, serta insan pers yang dinilai berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan daerah melalui sinergi dengan media dan jurnalisme.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang berkomitmen memajukan kebudayaan lokal sebagai bagian dari kebudayaan nasional.

“Mengapa PWI peduli dengan pemajuan kebudayaan? Karena wartawan dan media menyadari sepenuhnya bahwa negeri ini adalah super power dalam bidang kebudayaan. UNESCO bahkan telah mengakui hal itu sejak 2017. Di lapangan, bupati dan wali kota memegang peranan penting karena mereka memiliki wilayah, rakyat, dan anggaran,” ujar Zulmansyah di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono (YSH), menambahkan bahwa penghargaan ini pertama kali digelar pada HPN 2016 di Lombok dan hingga kini sudah diberikan kepada sekitar 50 kepala daerah.

Beberapa tokoh penerima penghargaan di antaranya Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran (kini Wali Kota Padang), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kini Gubernur Jawa Barat), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kini Menteri PAN-RB), serta Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kini Wakil Mendagri).

Tahun ini, PWI menetapkan tema besar “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Peserta diminta memilih salah satu dari tiga subtema dalam proposalnya, yakni:

  1. Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif.

  2. Pemanfaatan kekayaan budaya berbasis media dan pers untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

  3. Pemajuan kebudayaan daerah yang melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem berkelanjutan.

Adapun rangkaian kegiatan dan tahapan Anugerah Kebudayaan PWI (AK-PWI) HPN 2026 dijadwalkan sebagai berikut:

  • 20 Oktober 2025: Sosialisasi teknis via Zoom bersama pengurus PWI, Apkasi, dan Apeksi.

  • 20 Oktober–15 Desember 2025: Pendaftaran dan pengumpulan proposal.

  • 16–30 Desember 2025: Penjurian proposal dan rapat dewan juri.

  • 8–10 Januari 2026: Presentasi 10 besar finalis di depan dewan juri.

  • 11–15 Januari 2026: Verifikasi lapangan.

  • 20 Januari 2026: Pengumuman calon penerima penghargaan.

  • 9 Februari 2026: Penganugerahan di acara puncak HPN 2026, Banten.

Yusuf menambahkan bahwa penghargaan tahun ini juga akan diberikan kepada insan wartawan dan komunitasnya yang kiprahnya dalam pemajuan kebudayaan telah diakui di tingkat nasional maupun global.

“Ini bentuk apresiasi kepada jurnalis yang tidak hanya meliput, tetapi juga berkontribusi nyata menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa,” ujar YSH.

Sementara itu, Zulmansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HPN 2026, berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir langsung dalam peringatan tahun depan.

“Kami berharap Presiden Prabowo berkenan hadir untuk pertama kalinya di HPN, agar bisa melihat dan mendengar langsung tidak hanya capaian, tapi juga berbagai persoalan yang memerlukan penyelesaian di tingkat kebijakan pemerintah dan negara,” pungkasnya.

  • Editor: Redaksi