Diksar XI TKM Sultra Diikuti 89 Peserta, Dorong Regenerasi Pelestari Adat dan Budaya Tolaki

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Organisasi kemasyarakatan Tamalaki Kongga Momea (TKM) Sulawesi Tenggara menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) XI Angkatan Matabondu di Desa Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, pada 26-27 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menciptakan Kader Pemimpin yang Cerdas dan Mampu Menjadi Kesatria demi Menjaga dan Melestarikan Adat dan Budaya Tolaki.”

Diksar XI diikuti 89 peserta yang dipersiapkan sebagai calon kader sekaligus bagian dari proses regenerasi kepemimpinan TKM Sultra.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai organisasi, hukum adat, hukum negara, serta adat dan budaya Tolaki.

Pembekalan itu diharapkan dapat membentuk kader yang memahami nilai-nilai organisasi sekaligus mampu berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Ketua Umum Tamalaki Kongga Momea Sultra, Mahjur Doro, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dengan pemerintah serta institusi TNI dan Polri.

Selain sebagai agenda kaderisasi, Diksar XI digelar dalam rangka menyambut pra-Milad V TKM Sultra. Penambahan personel melalui proses kaderisasi diharapkan semakin memperkuat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan di lingkungan organisasi.

“Melalui Diksar ini kami berharap lahir kader-kader yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan TKM Sultra sekaligus menjadi bagian dalam menjaga adat dan budaya Tolaki,” ujar Mahjur Doro.

Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan Sekretaris Jenderal TKM Sultra Achmad Fuad Bawasir sebagai pemateri sekaligus mentor. Kegiatan tersebut juga melibatkan Ketua DPD Konawe Dedi Isran Landimuru serta sejumlah pengurus dan petinggi organisasi.

Sedikitnya terdapat enam materi utama yang diberikan kepada peserta Diksar XI, yakni tatanan berorganisasi, wawasan kebangsaan, adat dan budaya, kepemimpinan, hukum bernegara, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Selain sesi materi, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi antara peserta dengan jajaran pimpinan organisasi. Ketua Umum TKM Sultra Mahjur Doro dan Dewan Pendiri Soni S.S turut melakukan pertemuan langsung dengan peserta untuk mempererat komunikasi serta membangun hubungan kekeluargaan.

Ketua panitia kegiatan dijabat Jamaluddin, dengan Jefri sebagai sekretaris dan Jasman S sebagai bendahara. Kepanitiaan juga didukung sejumlah bidang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan.

Pengawasan dan tanggung jawab kegiatan melibatkan jajaran pimpinan TKM Sultra, mulai dari ketua umum, sekretaris jenderal, dewan pendiri, dewan pembina, dewan penasihat, panglima, hingga jajaran ketua DPD dan ketua otobu di sejumlah wilayah.

Di antaranya Ketua DPD Konawe, Ketua Otobu Onembute, Ketua DPD Kolaka Timur, Ketua DPD Konawe Selatan, Ketua Otobu Hakatutobu, Ketua Otobu Baula, Ketua Otobu Lamekongga, serta Ketua Otobu Uesi.

Pengurus TKM Sultra menyatakan keberhasilan pelaksanaan Diksar XI menjadi bagian penting dalam mempersiapkan regenerasi organisasi. Para peserta diharapkan tidak hanya memahami struktur dan tata kelola organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya Tolaki.

Dengan bertambahnya kader, TKM Sultra berharap ikatan silaturahmi dan kekeluargaan antaranggota semakin kuat. Organisasi juga berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Tolaki melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Kami selaku pengurus inti Tamalaki Kongga Momea Sultra mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan membantu sehingga kegiatan Diksar XI dapat terlaksana dengan sukses,” pungkas Mahjur.

  • Editor: Dekri