Bukit Dikupas untuk Proyek Sekolah Rakyat, Rumah Warga di Wundulako Tergenang Lumpur

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Aktivitas land clearing atau pengupasan tanah bukit untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dikeluhkan warga setelah memicu banjir lumpur yang merendam sejumlah rumah di BTN Sangia Nibandera.

Warga menyebut lumpur dari area bukit yang dikupas mengalir hingga ke permukiman saat hujan turun. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Salah seorang warga BTN Sangia Nibandera, Nur, mengaku baru kali ini mengalami banjir lumpur sejak tinggal di kawasan tersebut sekitar lima tahun terakhir.

 

“Selama kami tinggal di sini, baru sekarang terjadi banjir lumpur. Ini terjadi setelah ada pengupasan tanah di atas bukit untuk pembangunan sekolah rakyat,” kata Nur, Jumat (22/5/2026).

 

Menurut dia, warga tidak menolak pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun, pelaksanaan proyek diharapkan tetap memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Warga meminta pihak pelaksana proyek menghentikan sementara aktivitas pengupasan tanah dan segera membuat saluran atau galian pengendali agar lumpur tidak terus masuk ke kawasan permukiman.

 

“Apa artinya pembangunan kalau harus mengorbankan masyarakat,” ujarnya.

 

Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin, membenarkan adanya erosi lumpur dari lokasi proyek yang bergerak hingga ke rumah-rumah warga BTN Sangia Nibandera.

 

Ia berharap pihak pelaksana maupun pengawas proyek menghentikan sementara pekerjaan sambil menunggu kajian dari tim analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

 

“Masyarakat mendukung setiap pembangunan pemerintah, tetapi jangan sampai masyarakat menjadi korban. Pembangunan itu seharusnya untuk kepentingan masyarakat,” kata Sabaruddin.

Hingga kini, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menangani dampak lumpur sekaligus memastikan proyek pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

  • Reporter: A. Jamal
error: Content is protected !!