BEM USN Kolaka Gelar FGD, Dorong Kolaborasi Stakeholder Wujudkan Kolaka Emas 2030

waktu baca 2 menit

KOLAKA,TRIASPOLITIKA.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kolaka Berkelanjutan: Peran Stakeholder dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam Sektor Pertambangan untuk Instrumen Pendidikan Daerah Menuju Kolaka Emas 2030” di Aula 19 November, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/7/2026).

Forum tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah daerah, akademisi, serta perusahaan sektor pertambangan untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

Ketua BEM USN Kolaka, Andi Adrian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal berbagai persoalan strategis di Kabupaten Kolaka, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam.

Menurutnya, BEM USN sengaja menghadirkan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kolaka, seperti PT ANTAM Kolaka, PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), PT Vale Indonesia, dan PT Ceria Nugraha Indotama, agar tercipta ruang dialog yang konstruktif antara mahasiswa dan para pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk peran mahasiswa dalam melihat berbagai persoalan di daerah. Melalui FGD ini kami ingin menghimpun gagasan, kritik, serta solusi terkait pendidikan, lingkungan, dan ketenagakerjaan di Kabupaten Kolaka,” ujar Andi Adrian.

Ia menambahkan, hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun perusahaan.

“FGD ini menjadi ruang dialog terbuka. Kami ingin suara mahasiswa tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder agar dapat direalisasikan demi kemajuan Kolaka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kolaka yang diwakili Sekretaris Daerah Kolaka, Akbar, S.Sos., M.M., mengapresiasi inisiatif BEM USN dalam menyelenggarakan forum diskusi yang melibatkan berbagai pihak.

Menurut Akbar, pendekatan dialog seperti FGD dinilai lebih efektif dalam mencari solusi dibandingkan menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

“Ini kegiatan yang sangat baik dan baru pertama kali dilaksanakan oleh USN Kolaka. Daripada turun ke jalan, lebih baik kita berdiskusi bersama karena output-nya bisa lebih cepat. Semua pihak yang berkepentingan dihadirkan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga perusahaan,” ujar Akbar.

FGD menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi USN Kolaka, perwakilan DPRD Kolaka, Pemerintah Kabupaten Kolaka, serta perwakilan perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tiga isu utama, yakni dampak industri pertambangan terhadap lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Kolaka yang berkelanjutan menuju visi Kolaka Emas 2030.

  • Reporter: A. Jamal