Baru Sadarun Usung Konsep Global Talent University dalam Visi UHO KEREN

waktu baca 3 menit

KENDARI, TRIASPOLIKA.ID – Bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030, Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si., menawarkan konsep UHO KEREN (Bergerak, Bertumbuh, Berdampak) sebagai arah transformasi pendidikan tinggi untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Baru Sadarun, perguruan tinggi saat ini tidak lagi dinilai semata dari jumlah lulusan maupun kemegahan infrastruktur kampus, melainkan dari kemampuannya menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Jika kami diberi amanah memimpin Universitas Halu Oleo, komitmen utama kami adalah menjadikan UHO sebagai bagian dari solusi nyata dalam menurunkan pengangguran terdidik, memperluas kesempatan kerja, sekaligus berkontribusi mengurangi ketimpangan ekonomi di Sulawesi Tenggara,” ujar Baru Sadarun, Rabu (1/7/2026).

Melalui konsep Global Talent University, UHO diarahkan menjadi perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, industri, dan jejaring internasional dalam satu ekosistem berbasis luaran (*outcome*). Dengan pendekatan itu, lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar kerja global.

Baru Sadarun menjelaskan, transformasi dimulai dari pembaruan kurikulum berbasis kompetensi abad ke-21. Seluruh program studi akan memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kewirausahaan, hingga penguasaan bahasa asing.

Model pembelajaran juga akan diarahkan pada penyelesaian masalah (problem solving), berbasis proyek, inovasi, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri agar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan ialah Program Magang Internasional Wajib. Melalui program tersebut, UHO menargetkan sebanyak 500 mahasiswa mengikuti magang di luar negeri setiap tahun.

Masing-masing sekitar 100 mahasiswa direncanakan menjalani magang di Jepang, Australia, Belanda, Tiongkok atau Taiwan, serta Jerman atau Amerika Serikat pada berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, teknologi, perhotelan, pertanian modern, kelautan, perikanan, pengolahan pangan, layanan kesehatan, hingga industri kreatif.

Menurut Baru Sadarun, mahasiswa yang mengikuti program tersebut tidak hanya memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga sertifikasi kompetensi global, peningkatan kemampuan bahasa asing, jejaring profesional, serta pengalaman budaya kerja berstandar internasional.

Program itu menjadi bagian dari Talent Mobility System, yakni sistem pengembangan talenta yang mengintegrasikan pendidikan, sertifikasi kompetensi, magang, studi luar negeri, pembinaan karakter, hingga penempatan kerja internasional secara berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasinya, UHO dirancang memiliki lima ekosistem utama, yakni Education Ecosystem, Certification Ecosystem, Internship Ecosystem, Study Abroad Ecosystem, dan Global Career Ecosystem.

Selain itu, konsep tersebut juga mencakup pembangunan Global Scholarship Ecosystem yang menghubungkan program magang internasional dengan studi lanjut di luar negeri. Alumni akan memperoleh pendampingan mulai dari pelatihan bahasa asing, penyusunan proposal riset, publikasi ilmiah, hingga persiapan wawancara beasiswa.

Program tersebut menargetkan sebanyak 100 hingga 200 alumni setiap tahun dapat melanjutkan pendidikan magister maupun doktor di Jepang, Australia, Belanda, Tiongkok, Taiwan, Jerman, hingga Amerika Serikat melalui berbagai skema beasiswa.

Sebagai pendukung, UHO juga akan memperkuat Japanese Digital Learning Center (JDLC) serta pusat pembelajaran bahasa internasional lainnya. Mahasiswa dipersiapkan memperoleh sertifikasi internasional, seperti JLPT, JFT Basic, TOEIC, dan TOCFL sebagai bekal studi maupun karier global.

Baru Sadarun menilai keberhasilan perguruan tinggi pada masa depan tidak lagi diukur dari banyaknya lulusan yang diwisuda, melainkan dari tingkat serapan alumni di dunia kerja, jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi kelas dunia, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Sebagai indikator keberhasilan, konsep UHO KEREN menargetkan 90 persen lulusan terserap di dunia kerja dalam waktu enam bulan setelah wisuda, 500 mahasiswa mengikuti magang internasional setiap tahun, serta 100 hingga 200 alumni memperoleh beasiswa S2 dan S3 setiap tahun.

Melalui visi “UHO KEREN: Bergerak, Bertumbuh, Berdampak”, Baru Sadarun berharap Universitas Halu Oleo dapat berkembang menjadi pusat lahirnya talenta global sekaligus motor penggerak pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

  • Reporter: Bensar Sulawesi