Sumba Barat Bercerita: Ahmad Riza Patria Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT), Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., menegaskan pentingnya membangun desa yang bermakna dengan bertumpu pada kekuatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara “Sumba Barat Bercerita” yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai penutup Program Nusatani yang telah berjalan sejak 2019 di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Pembangunan yang bermakna harus berangkat dari kekuatan masyarakat itu sendiri. Dan untuk menguatkan masyarakat, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci sukses dalam pembangunan desa,” ujar Ahmad Riza Patria dalam sambutannya.

Acara ini merupakan forum kolaboratif antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), SurfAid International, dan Kedutaan Besar Selandia Baru yang selama lima tahun terakhir terlibat dalam pelaksanaan Program Nusatani.

Kolaborasi Lintas Sektor yang Berbuah Nyata

Program Nusatani menjadi contoh konkrit sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi internasional, serta masyarakat desa dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup warga. Dengan pendekatan pertanian yang sensitif terhadap gizi, program ini mencatat sejumlah pencapaian signifikan, antara lain:

  • Penurunan angka stunting sebesar 5 persen per tahun,

  • Pembangunan 892 sarana air bersih dan sanitasi,

  • Pelatihan terhadap 64 unit ekonomi desa,

  • Serta manfaat langsung bagi lebih dari 84.000 warga.

“Ini bukan semata program bantuan, tapi upaya membangun fondasi agar desa bisa tumbuh mandiri, tangguh, dan berdaya saing,” tambah Wamendes.

Replikasi Praktik Baik ke Daerah Lain

Wamendes juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk SurfAid, Kedutaan Besar Selandia Baru, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, serta masyarakat desa yang berperan aktif dalam pelaksanaan program. Ia mendorong agar praktik baik dari Program Nusatani dapat direplikasi di wilayah desa tertinggal lainnya.

“Mari kita buktikan bahwa dari Sumba Barat bisa lahir cerita sukses pembangunan yang memberi harapan, bukan hanya bagi daerah tertinggal, tapi juga bagi masa depan Indonesia yang lebih adil dan merata,” ujar Riza.

Program Nusatani sendiri telah terintegrasi dalam strategi pembangunan nasional Kemendes PDTT melalui 12 Rencana Aksi Desa yang mencakup ketahanan pangan, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan kader pembangunan desa.

Dengan mengusung semangat gotong royong dan keberlanjutan, acara ini menunjukkan bahwa transformasi desa dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.


Tentang SurfAid Indonesia

SurfAid International merupakan organisasi nirlaba yang memiliki misi menciptakan masyarakat sehat, sejahtera, dan tangguh di daerah terpencil yang menjadi lokasi wisata selancar. Saat ini, SurfAid aktif di tiga wilayah di Indonesia: Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Rote Ndao di Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.

Sebagai organisasi masyarakat asing, SurfAid bekerja berdasarkan Memorandum Saling Pengertian (MSP) dengan Kemendes PDTT Republik Indonesia, yang berlaku sejak 27 Oktober 2022 hingga 27 Oktober 2025.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES