Siapkan SDM cakap Digital, Pemda Konawe kerja sama Kominfo RI

waktu baca 3 menit

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe bekerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) dalam membuka Program Digital Talent Scholarship (DTS).

Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama Kepala Balai Litbang Kominfo Makassar sebagai perwakilan Kominfo RI, Dr. Agung Harimurti pada Senin, (31/01/2022).

Kabarnya, kegiatan tersebut mulai berjalan pada bulan Februari 2022 mendatang, dengan kuota sebanyak 5.000 orang.

Penandatanganan MoU dihadiri Sekda Konawe Ferdinand Sapan, Kepala Dinas Kominfo Konawe Muh. Akib Ras serta sejumlah kepala OPD Konawe.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa berharap, melalui program tersebut bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Konawe dalam hal digital, sehingga kedepan Konawe memiliki SDM yang siap pakai dan dapat bersaing dengan daerah lain.

“Saat ini, semuanya serba digital. Kita akan bersaing, kalau perlu jadi yang nomor satu di Sultra,” ujar Kery.

Kepala Balai Litbang Kominfo Makassar, Dr. Agung Harimurti menjelaskan, sejak program beasiswa tersebut diinisiasi Kominfo pada 2018, Program tersebut mendapat atensi besar bagi masyarakat, sehingga program tersebut terus dikembangkan dengan menambah kuota peserta tiap tahunnya.

“Tahun 2019 program ini diikuti sebanyak 20 ribu orang. Sedangkan pada 2020 ada 50 ribu orang, 2021 sebanyak 100 ribu dan 2022 sebanyak 200 ribu orang. Target kita hingga tahun 2024 nanti akan ada 500 ribu orang yang ikut pelatihan,” terang Agung.

Beasiswa tersebut sambung Agung, di persiapkan untuk kaum milenial yang baru menyelesaikan pendidikan antaranya lulusan SMK maupun perguruan tinggi, lalu ada ASN, serta pekerja profesional.

“Mereka nantinya akan di persiapkan untuk menghadapi industri 4.0” terangnya

Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan dunia digital, tapi pemanfaatan itu tidak sebanding dengan hasil pemasukan ke negara. Selama tahun 2020 omset ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130 Miliar, besarnya jumlah itu di hanya di nikmati oleh pihak asing.

Maka dengan dasar itulah program beasiswa ini mulai di kembangkan di hampir semua provinsi, agar kedepan Indonesia tidak hanya menjadi penonton namun menjadi pemain di dalamnya.

“Kita tidak ini hanya jadi pasar. Lewat program ini kita ingin bersaing. Bahkan nantinya kalau bisa SDM kita nantinya bisa diekspor keluar negeri,” harapnya.

Adapun pelatihan yang diberikan tersebut bervariatif Mulai dari cyber security (keamanan ciber), artificial intelligence (kecerdasan buatan), internet of things (internet untuk segalanya), Reengineering proses bisnis (peningkatan kinerja bisnis) dan kota cerdas.

Pelaksanaanya akan di datangkan dari instruktur terampil dan tenaga ahli di bidangnya sehingga output yang di berikan sesuai dengan minta peserta.

Untuk pendaftarannya, masyarakat Konawe dapat mendaftar secara online dengan masuk ke www.digitaltalent.kominfo.go.id. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis, karena kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai Kominfo RI.

Reporter: Utha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *