PT Vale Latih Prajurit Yonif 869 Taawu Kembangkan Pertanian Organik, Perkuat Ketahanan Pangan

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyelenggarakan pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB) bagi 30 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 869 Taawu di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pelatihan yang dimulai pada Selasa (14/7) itu dirancang berlangsung selama lima hari dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara PT Vale, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

Melalui program tersebut, para prajurit dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai sistem pertanian organik agar mampu menjadi agen perubahan dalam penerapan pertanian ramah lingkungan, baik di lingkungan kesatuan maupun saat menjalankan tugas di berbagai daerah.

Konsultan Pertanian Organik Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, mengatakan pelatihan diawali dengan membangun pemahaman peserta mengenai berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian modern.

Menurut dia, tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pestisida sintetis menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas tanah, produktivitas pertanian, hingga meningkatnya serangan hama.

“Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar,” ujar Koko.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori mengenai ekologi tanah, tetapi juga mengikuti praktik budidaya tanaman organik. Pada akhir kegiatan, para peserta akan menyusun rencana aksi sebagai tindak lanjut penerapan sistem pertanian organik di lingkungan Yonif 869 Taawu.

Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengatakan pelibatan Yonif 869 Taawu merupakan bagian dari upaya memperluas kolaborasi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kolaka.

Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan TNI menjadi model kerja sama yang saling menguntungkan karena selain menjaga stabilitas keamanan, prajurit juga dapat berkontribusi dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

“Ini adalah langkah yang sangat baik di mana PT Vale berperan sebagai motivator bagi teman-teman TNI. Jika selama ini urusan utama mereka identik dengan persenjataan, melalui pelatihan PSLRB ini kita bersama-sama mengalihkan energi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan bangsa,” kata Charles.

PT Vale berharap program percontohan tersebut mampu melahirkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memiliki kompetensi dalam mengembangkan pertanian organik yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, perusahaan optimistis penerapan pertanian sehat dan ramah lingkungan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kesatuan TNI, masyarakat sekitar, maupun upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.