PT Vale Dorong Penerapan PHBS untuk Tekan Risiko DBD dan Stunting di Kolaka

waktu baca 3 menit
Penanggung Jawab Medis PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan promosi kesehatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang digelar di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit menular sekaligus mendukung tumbuh kembang anak yang sehat.

Penanggung Jawab Medis PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, mengatakan pemberantasan jentik nyamuk merupakan salah satu indikator penting dalam penerapan PHBS. Menurutnya, kasus DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama ketika memasuki musim penghujan.

Ia menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih sehingga masyarakat perlu menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat seluruh wadah penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.

“Untuk itu, salah satu tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti adalah genangan air bersih. Karena itu kami mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air seminggu sekali, menutup rapat seluruh wadah penampungan air di rumah, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menimbulkan genangan,” ujar dr. Fathurrahman.

Menurut dia, produktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sangat dipengaruhi kondisi kesehatan yang berawal dari kebersihan lingkungan. Pengelolaan sanitasi, sampah rumah tangga, serta saluran dan tempat penampungan air menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit.

“Melalui edukasi ini kami berharap pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan terus meningkat sehingga dapat menciptakan kehidupan yang lebih sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pesouha, Yastin Sutrisno, mengapresiasi pelaksanaan promosi kesehatan yang diselenggarakan PT Vale. Menurutnya, edukasi mengenai PHBS sangat penting bagi masyarakat mengingat desanya pernah menghadapi kasus stunting pada beberapa tahun lalu.

Ia mengaku sempat mendapat perhatian dari pemerintah daerah ketika ditemukan seorang anak yang mengalami stunting dan belum terdata dalam sistem pemantauan kesehatan.

“Beberapa tahun lalu saya sempat dipanggil Bupati karena ada warga yang belum terdata dan mengalami stunting. Pengalaman itu menjadi pelajaran penting bagi kami untuk lebih memperhatikan kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Yastin mengatakan saat ini tidak lagi ditemukan kasus stunting di Desa Pesouha. Meski demikian, ia mengimbau para orang tua agar tetap rutin membawa anak ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Ia juga menilai kehadiran PT Vale dalam kegiatan Posyandu memberikan dampak positif terhadap partisipasi masyarakat.

“Ketika PT Vale hadir dalam kegiatan Posyandu, antusiasme masyarakat, khususnya para ibu, meningkat. Kehadiran perusahaan sekaligus memberikan edukasi mengenai PHBS sangat membantu kami dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga,” katanya.

Melalui program promosi kesehatan tersebut, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.

  • Reporter: Dekri