oleh

Pemkot Baubau Luncurkan Sistem Informasi Gender dan Anak

BAUBAU, TRIASPOLITIKA,ID – Pemerintah Kota Baubau resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Gender dan Anak. Aplikasi dengan akronim SIGA itu bertujuan untuk mendukung ketersediaan data dan informasi gender dan anak di Kota Baubau. Seremoni peluncuran aplikasi SIGA itu diresmikan langsung Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, di Aula Palagimata, Kantor Wali Kota Baubau, Selasa 16 November 2021.

La Ode Ahmad Monianse mengapresiasi segenap jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau atas inisiatifnya menciptakan inovasi hingga terbentuknya aplikasi SIGA.

“Semoga Allah senantiasa membimbing dan meridhoi setiap upaya kita dalam membangun masyarakat Kota Baubau guna wujudkan Kota Baubau yang maju sejahtera dan berbudaya,” harapnya.

La Ode Ahmad Monianse mengatakan aplikasi SIGA dianggap perlu karena dapat mendukung penyediaan data dan informasi dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam forum atau kelompok kerja data terpilah yang baik, harus didukung oleh sumber daya manusia yang paham akan pentingnya data terpilah gender dan anak dalam proses pembangunan. Serta didukung ketersediaan sarana dan prasarana berupa teknologi informasi yang memadai. Hal itu untuk menyimpan dan menyebarluaskan data informasi dalam rangka persiapan pantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kota baubau.

“Maka diperlukan sebuah sistem informasi gender dan anak yang dapat mendukung penyediaan data dan informasi dalam proses pengambilan keputusan. Dalam semangat PO 5. Mari kita gelorakan terus semangat bekerja membangun daerah kita yang tercinta. Salah satunya membangun, memperkuat mekanisme koordinasi dalam pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data terpilah,” ujarnya

Ditambahkan, pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan isu lintas sektor. Dimana semua sektor pembangunan pusat dan daerah harus menjadi penggerak dengan memberikan perhatian dan dukungan dalam proses pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dalam rangka ketersediaan data dan informasi gender dan anak. Apalagi, ada Instruksi presiden nomor 9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional mengamanatkan kepada seluruh kementerian dan lembaga dan daerah untuk melaksanakan pengarusutamaan gender guna terselenggaranya perencanaan penyusunan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional.

Lebih Lanjut dijelaskan, dalam rangka pelaksanaan pengarusutamaan gender dan pengintegrasian hak anak, diperlukan data terpilah sebagai pembuka wawasan sekaligus sebagai input analisis gender dan perlindungan hak anak.

Sistem data gender dan anak adalah kelembagaan penyelenggaraan data gender dan anak yang terdiri dari komponen-komponen peraturan lembaga dan mekanisme kementerian lembaga dan daerah dalam rangka perencanaan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan hasil kebijakan program kegiatan pembangunan yang responsif gender dan peduli anak serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan dimana persamaan dan kondisi adil bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia.

Sesuai permen pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak nomor 5 tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan sistem data gender dan anak. Karena itu, guna mendukung percepatan pengarusutamaan gender penyelenggaraan sistem data gender dan anak punya tiga bertujuan yakni, pertama memperkuat dan mendorong kelembagaan dalam hal ini peraturan lembaga dan mekanisme sistem data dengan memilah menurut jenis kelamin dan umur yang terpercaya dapat disajikan cepat akurat komprehensif dan mutakhir.

Kedua, membangun atau memperkuat mekanisme koordinasi di daerah dalam pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data terpilah. Ketiga, meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan data terpilah untuk perencanaan pelaksanaan pemantauan evaluasi dan pelaporan hasil kebijakan program kegiatan pembangunan yang responsif gender dan peduli anak. (Adm)

BERITA PILIHAN