Pemkab Koltim Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting

waktu baca 2 menit

KOLAKA TIMUR, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Penguatan program tersebut dilakukan melalui kegiatan Advokasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) tingkat kabupaten yang dirangkaikan dengan Sosialisasi GENTING Tahun Pelaksanaan 2026. Kegiatan dipusatkan di Aula Pemda Koltim, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Koltim tersebut dibuka Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd.

Turut hadir Sekretaris Daerah Koltim Rismanto Rusda, S.Sos., M.M., Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si., serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.

Peserta kegiatan antara lain para Asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala UPTD Puskesmas, kepala UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB), serta jajaran penyuluh keluarga berencana (PKB/PLKB) se-Kolaka Timur.

Dalam arahannya, Yosep Sahaka menegaskan penanganan stunting merupakan salah satu persoalan prioritas yang membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh sektor secara berkelanjutan.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, termasuk dunia usaha, lembaga, maupun individu.

“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING ini merupakan wujud nyata dari gerakan nasional gotong royong. Melalui program ini, kita membangun sinergi yang kuat dengan melibatkan intervensi dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari dunia usaha, lembaga, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga berisiko stunting,” ujar Yosep.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GENTING di Koltim akan diarahkan melalui skema pendampingan yang adaptif dan berkelanjutan. Bentuk pendampingan dapat diberikan dalam bentuk bantuan tunai maupun non-tunai sesuai kebutuhan keluarga sasaran.

Intervensi tersebut akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan petugas di lapangan sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan menjawab kebutuhan dasar keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Pemkab Koltim juga mendorong penguatan advokasi serta penyebarluasan KIE secara terpadu hingga tingkat kecamatan dan desa.

Langkah itu diharapkan mampu memperkuat peran seluruh instansi terkait, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

“Kolaborasi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci. Kita ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga sasaran,” kata Yosep.

Melalui penguatan program GENTING, Pemkab Koltim menargetkan upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kolaka Timur yang sehat dan berkualitas.