Pemkab Koltim dan BPS Perkuat Tata Kelola Data Desa melalui Program Desa Cantik

waktu baca 6 menit

KOLAKA TIMUR, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Koltim terus memperkuat tata kelola data di tingkat desa sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kondisi riil masyarakat.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Literasi dan Expose Data Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Lamoare, Kecamatan Loea, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan BPS Kabupaten Koltim bersama Pemkab Koltim tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik secara akurat, sistematis, dan berkelanjutan.

Data desa dinilai memiliki posisi penting karena menjadi salah satu sumber informasi dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan. Data yang akurat dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, serta mengevaluasi efektivitas program yang telah dilaksanakan.

Mewakili Plt. Bupati Koltim, Asisten II Setda Koltim La Fala, S.E., hadir sekaligus membuka kegiatan. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Koltim Hj. Diana Massi, S.P., Kepala BPS Koltim Pujiyanto, SST., M.E., beserta jajaran, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik I Nyoman Abdi, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kusram Maroli, S.Pt., M.P., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Ridwan, S.P., M.Si., Kepala Desa Lamoare Aang Kunaifi, perangkat desa, serta tamu undangan lainnya.

Bangun Budaya Sadar Data

Dalam sambutan Plt. Bupati Koltim yang dibacakan Asisten II Setda Koltim, La Fala menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Koltim yang terus mendorong Program Desa Cinta Statistik.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar data hingga tingkat pemerintahan desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka Timur atas terselenggaranya Program Desa Cinta Statistik. Program ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar data di tingkat desa sebagai fondasi pembangunan yang berkualitas,” ujar La Fala.

Ia menegaskan data yang valid, akurat, dan mutakhir menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan.

Data yang berkualitas, kata dia, memungkinkan pemerintah melihat kondisi masyarakat secara lebih objektif sehingga kebijakan dan program yang disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Karena itu, penguatan tata kelola data tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS atau perangkat daerah tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan.

“Penguatan tata kelola data di tingkat desa harus menjadi komitmen bersama agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan,” lanjutnya.

DPRD Dukung Penguatan Data Desa

Wakil Ketua DPRD Koltim Hj. Diana Massi menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Desa Cantik. Menurutnya, kualitas pembangunan memiliki keterkaitan erat dengan kualitas data yang digunakan dalam proses perencanaan.

“Pembangunan yang berkualitas harus diawali dengan data yang berkualitas. DPRD Kabupaten Kolaka Timur mendukung penuh penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik, karena data yang valid akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Diana.

Ia menilai kemampuan pemerintah desa dalam mengelola data perlu terus diperkuat karena desa merupakan salah satu unit pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, kependudukan, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga potensi ekonomi desa dapat menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menentukan intervensi pembangunan.

Dengan tersedianya data yang lebih baik, proses perencanaan dan pengawasan program juga dapat dilakukan secara lebih terukur.

Desa Lamoare Jadi Desa Binaan

Kepala BPS Kabupaten Koltim Pujiyanto menjelaskan Program Desa Cinta Statistik merupakan program nasional BPS yang diarahkan untuk membangun budaya statistik hingga tingkat desa.

Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pengumpulan data, tetapi juga mendorong aparatur desa memiliki kemampuan dalam mengelola, memeriksa, menyajikan, serta memanfaatkan data secara mandiri.

Menurut Pujiyanto, Desa Lamoare dipilih sebagai desa binaan karena dinilai memiliki komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola data.

“Program Desa Cantik tidak hanya mengajarkan bagaimana mengumpulkan data, tetapi juga bagaimana memanfaatkan data tersebut sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pembangunan desa. Harapannya, desa mampu menghasilkan data yang berkualitas sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman Desa Lamoare dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kolaka Timur untuk meningkatkan kualitas pengelolaan statistik di wilayah masing-masing.

Penguatan kapasitas tersebut juga diharapkan mampu mengurangi persoalan perbedaan atau ketidaksesuaian data yang dapat memengaruhi proses perencanaan program pembangunan.

Data Jadi Dasar Perencanaan

Dalam kegiatan literasi dan expose data, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya data statistik yang valid, akurat, dan mutakhir.

Selain itu, peserta juga menyaksikan pemaparan mengenai potensi serta capaian data Desa Lamoare sebagai bagian dari implementasi Program Desa Cantik.

Data yang dikumpulkan di tingkat desa diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Data tersebut perlu dimanfaatkan sebagai instrumen untuk melihat perkembangan desa dan menjadi bahan evaluasi terhadap program yang telah berjalan.

Pemanfaatan data juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian serta menentukan program berdasarkan skala prioritas.

Dengan demikian, pembangunan desa dapat dilakukan secara lebih terarah dan memiliki indikator yang dapat diukur dari waktu ke waktu.

Penguatan tata kelola data juga menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan pemerintah terhadap informasi yang cepat dan akurat dalam mengambil keputusan.

Disertai Bantuan Pupuk untuk Petani

Usai pembukaan dan sesi literasi serta expose data, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pupuk kepada kelompok tani oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Koltim.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

Penyerahan bantuan dilakukan Asisten II Setda Koltim La Fala, Wakil Ketua DPRD Koltim Hj. Diana Massi, Kepala BPS Koltim Pujiyanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Kepala Dinas PMD, Kepala Desa Lamoare, serta tamu undangan lainnya.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperlihatkan keterkaitan antara penguatan data dan pelaksanaan program pembangunan di lapangan.

Data yang akurat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pemerintah menentukan kebutuhan intervensi pembangunan, termasuk dalam sektor pertanian yang menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Dorong Pembangunan Berbasis Data

Pemkab Koltim menilai sinergi antara pemerintah daerah, BPS, DPRD, perangkat daerah, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem data yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mudah dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan.

Pemerintah daerah juga berharap penguatan kapasitas aparatur desa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga melalui pendampingan dan evaluasi terhadap pengelolaan data di masing-masing desa.

Dengan pengelolaan yang baik, data desa dapat menjadi salah satu fondasi dalam mengukur capaian pembangunan, mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta menentukan program yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, Program Desa Cantik diharapkan dapat diperluas dan memberikan manfaat kepada semakin banyak desa di Kabupaten Kolaka Timur.

Melalui budaya sadar data yang semakin kuat, pemerintah desa diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat mengenai kondisi wilayah dan masyarakatnya.

Pada akhirnya, penguatan tata kelola data di tingkat desa diharapkan mendukung terciptanya perencanaan pembangunan yang lebih efektif, transparan, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya Pemkab Koltim meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan.

  • Reporter: Dekri