Mengaku Anggota TNI, Kuli bangunan di Kendari Diciduk Intelijen Korem

waktu baca 2 menit
La Aco saat diinterogasi di Korem 143/Ho.

KENDARI, TP – Tim Intelijen Korem 143/HO mengamankan La Aco (38) pria asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, (10/08/2021).

La Aco diciduk Tim Intelijen TNI Korem 143/HO akibat ulahnya yang mengaku sebagai anggota TNI-AD.

Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini, ditangkap di Mess Muna, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. La Aco ditangkap lantaran laporan pegawai Mess Muna.

Pegawai Mess Muna melaporkan La Aco pada salah seorang anggota TNI Korem 143/HO karena merasa geram dengan kelakuan arogan La Aco yang datang ke Mess Muna dengan kostum kaos TNI lalu
membentak serta mengancam pegawai untuk segera menyiapkan kamar untuk ia beristirahat.

Merasa terancam, pegawai Mes Muna kemudian meminta rekannya untuk menghubungi Tim Intelijen Korem 143/HO, agar mengecek kebenaran status La Aco yang mengaku sebagai anggota TNI-AD.

Mendapat informasi tersebut, Tim Intelijen TNI langsung ke lokasi. Setibanya di lokasi, Tim langsung mempertanyakan identitas La Aco. Alhasil, La Aco diketahui adalah seorang kuli bangunan atau TNI gadungan.

Tim kemudian mengamankan La Aco ke Makorem 143/HO.

“Benar kami telah amankan yang bersangkutan. Saat ini sedang dilakukan pendalaman. Ia mengaku kepada masyarakat sebagai anggota TNI AD dari Kodim Buton Utara, kemudian pindah ke Kodim Muna, dan saat ini sedang bertugas di Kendari,” ungkap Plh. Penerangan Korem 143/HO, Letda Inf Rusmin.

Kata Rusmin, La Aco mengaku sebagai anggota TNI-AD agar disegani oleh masyarakat. Selain itu, dengan berpura-pura menjadi sebagai anggota TNI-AD Aco dengan mudah menggaet perempuan yang diinginkannya.

“Alasannya mengaku sebagai anggota TNI untuk disegani masyarakat dan menggaet perempuan,” jelas Letda Inf Rusmin.

Lebih lanjut Rusmin mengungkapkan, saat penggeledahan, ditemukan satu buah badik, Kartu Tanda Anggota Paldam (Peralatan Kodam) VII Wirabuana, satu unit telefon seluler dengan wallpaper anggota TNI berseragam lengkap, uang tunai sebesar Rp250 ribu, dan empat buah kartu ATM.

“Sementara terkait dengan badik yang dibawanya, pelaku mengaku hendak balas dendam karena adiknya telah ditikam oleh orang di sekitar Pasar Baru Kendari,” jelasnya.

Kepada petugas, pria kelahiran 11 November 1983 itu mengaku baru tiba di Kota Kendari pada hari ini, Selasa (10/8/2021).

“Saya baru tiba tadi dari Raha lewat Torobulu. Sebenarnya ke Kendari mau kerja bangunan. Sebelumnya saya di Papua kerja tiga bulan,” kata La Aco di Korem 143/HO saat diinterogasi Tim Intelijen Korem 143/HO.

Rencananya, Tim Intelijen Korem 143/HO akan menyerahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut. Hal itu dilakukan mengingat status yang bersangkutan sebagai seorang warga sipil.

Reporter : Ahmad