Kembangkan Seni dan Kebudayaan di Sultra, Dikbud Sultra gelar Pelatihan
KENDARI, TP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini terus kembangakan Seni dan Kebudayaan di wilayah tersebut. Hal itu ditandai dengan digelarnya Pelatihan Seni Budaya.
Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio menuturkan, saat ini program pengembangan kebudayaan di Sultra terus di gelakkan, salah satunya melalui program pelatihan seni vocal, tari, dan teater yang di gelar di UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra.
“Berbicara seni budaya itu kan ada seni vocal, seni tari, drama atau teter. Kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan yang direncanakan oleh UPTD Museum dan Taman Budaya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai seni kepada masyarakat,” ujar Asrun, Jumat, (9/4/2021).
Kegiatan tersebut kata Asrun, juga dinilai dapat meningkatkan kemajuan serta indeks kebudayaan yang ada di Sultra dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan kegiatan seperti ini tentu akan memajukan kebudayaan di Provinsi Kita dan pada akhirnya nanti akan bermuara pada meningkatnya indeks kebudayaan, karena indeks kebudayaan itu ukurannya sejauh mana partisipasi masyarakat dalam keterlibatannya di kegiatan kebudayaan,” katanya.

Dia menambahkan, anggaran kegiatan tahunan yang digarap dalam konsep yang berbeda dan lebih menarik itu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun 2021.
“Ini kegiatan Museum dan Taman Budaya dan sumber dananya berasal dari DAK. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, hanya saja sejak tahun ini kami lakukan dalam kegiatan seni dan kebudayaan yang bervariasi,” ujar Kepala Dikbud Sultra.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Sulawesi Tenggara, Dodhy Syahrulsah mengatakan, kegitan tersebut diikuti 60 orang yang terdiri dari Siswa, guru dan para pelaku seni.
Kegiatan tersebut kata dia, dibagi dalam tiga kegiatan, yaitu seni vokal, seni tari dan seni teater.
Lebih lanjut dia menuturkan, jika kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 9 hingga 11 April. Dimana untuk strukturnya sendiri sebanyak tiga orang, masing- masing memegang satu kegiatan.
“Tiga kegiatan dibagi dengan kebutuhan dan sesuai minat serta bakat masing-masing peserta. Ketiga kegiatan semua ini sangat dibutuhkan, dari jenis vokal, tarian maupun teater,” terangnya.
Kata Dodhy, seni vokal, tari dan teater sangat dibutuhkan oleh guru-guru di Sekolah. Apalagi untuk seni teater, yang pengembangannya sangat sulit di Sekolah.
“Karena sangat berbeda dengan seni musik dan seni tari. Kalau seni tari sendiri, biasanya banyak digunakan, apalagi terkadang sanggar seni tari mendapatkan beberapa job pada setiap acara formal,” ujar dia.
Jadi untuk muaranya seni teater nantinya kata dia, akan digunakan pada momen bulan 9/2021. Sehingga setiap guru yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan output untuk pengembangan di setiap Sekolah.
“Kegiatan ini merupakan tugas pokok taman budaya, salah satunya pentas budaya serta pengembangan seni budaya di Sulawesi Tenggara. Juga merupakan pengembangan sepuluh obyek kebudayaan serta seni tradisional. Hasilnya pada semua sekolah dan pelaku seni di Sulawesi Tenggara mendapatkan peningkatan kualitas dan kwantitas,” tandasnya.
Reporter Ahmad







