oleh

Jurnalisme Warga di Media Sosial

-OPINI-58 views

Oleh :Ridwan Demmatadju
Citizen Journalist Kolaka

Kita semua bisa jadi junalis warga atau istilah kerennya citizen jounalist, sejak media sosial bertumbuh dan gejet bernama smartpohone itu menjadi barang wajib semua orang.

Maka semua orang punya kebebasan untuk menyebarkan informasi di jagat maya yang bisa dijangkau sampai ke seluruh dunia.

Dunia maya saat ini sudah dipenuhi beragam informasi berupa data dan foto dengan berbagai momen kegiatan mulai acara makan sampai acara resmi pemerintah hampir tak pernah luput diposting di media sosial, di whatsapp, fesbuk atau instagram.

Inilah kemudahan berkomunikasi di media sosial. Kita tak sekedar memposting tapi juga disediakan fasilitas berinteraksi di kolom komentar.

Jurnalisme warga berkembang seiring koneksi internet tersedia dan terus tumbuhnya pengguna media sosial, dengan jurnalisme warga ini dapat menjadi media penyampai pesan kepada semua orang meski tidak dalam jaringan pertemanan, dengan fasilitas sharing yang disediakan akun media sosial yang kita miliki dapat diakses orang lain secara masif.

Sebagai mantan jurnalis di Surat Kabar Harian Kendari Pos, mencari berita dan menulisnya lalu besok pagi baru bisa terbaca di kertas koran.

Oh yah, ada proses yang panjang untuk satu berita bisa diterbitkan besok. Dimulai dari rapat perencanaan liputan dan biasanya di waktu sore sembari redaktur pelaksana di bantu staf redaksi melakukan evaluasi berita yang layak dimuat di halaman depan,kualitas beritalah yang akan menentukan berita yang kita tulis apakah bisa jadi headline atau dipending karena dianggap tidak akurat datanya.

Proses kerja ini tentu sebagai jurnalis penuh dengan tekanan didesak waktu terbit (deadline) dan itu jugalah yang mengajarkan semua jurnalis jadi terbiasa bekerja dengan waktu yang cepat namun tetap harus menampilkan data akurat. Karena jika abai bisa merusak reputasi dan nama media,buntutnya orang tidak percaya dan malas membaca apalagi berlangganan koran kita.

Dari pengalaman dan kebiasaan ini, juga tidak bisa saya lepaskan begitu saja meski saya sudah beralih profesi jadi abdi negara sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Latambaga dengan masa dinas 15 Tahun, lalu berpindah tugas di Universitas SembilanbelasNovember Kolaka sebagai ASN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Masih tetap menulis dan melakukan riset data jika ada waktu lowong saat lagi tidak berkantor meskipun sudah tak lagi sebagai jurnalis di media main stream, saya menggunakan media sosial berplatfrom fesbuk dan instagram untuk menuliskan berbagai reportase dan foto.

Tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip kerja jurnalis semua informasi yang akan diposting di media sosial.

Akun fesbuk bagi saya adalah media informasi dan komunikasi yang berfungsi edukasi, informasi dan hiburan, sehingga penting untuk mengatur conten/isi postingan.

Begitulah saya menggunakan media sosial yang berbiaya murah dan masif untuk menyebarkan informasi berupa tulisan dan foto, jika dibanding dahulu kala sebelum ada fesbuk untuk bisa dibaca tulisan artikel, reportase atau esei kita maka harus bersaing dengan ratusan tulisan yang diseleksi secara ketat oleh sejumlah redaktur.

Namun di balik semua proses hingga terbitnya tulisan kita di media ternama akan disusul dengan honorarium yang lumayan bisa hidup sebulan kala masih mahasiswa. Berbeda di media sosial tak ada imbalan atau bayaran yang kita dapatkan dari fesbuk.

Namun tidak sedikit orang yang pernah saya tulis sebagai reportase di media sosial memberikan kejutan sangat bernilai. Jadi media sosial ibarat dua mata pisau bisa digunakan untuk apa saja sesuai panjang tidaknya sumbu pikiran kita.

Penutup tulisan ini, saya dengan kerja jurnalis warga menikmati ini, agar tidak terkesan lupa kacang sama kulitnya dan tetap menjaga akal sehat. Sekaligus jadi cara untuk tetap bisa menyebarkan informasi yang dibutuhkan dan bernilai edukasi buat generasi muda di Kolaka. Jadi, ayo manfaatkan akun media sosial untuk belajar sekaligus menguji ide dan gagasanmu.

Penulis: Direktur Kolaka Media Institute, Pekerja Media Sosial di Fesbuk
Ditulis di Kolaka, 14 Januari 2022.

Komentar

BERITA PILIHAN