Pemilik Kue dan Roti, Sitti Anugrah.(Jamal/Triaspolitika.id)
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mengeluh akan naiknya harga telur di sejumlah pasar tradisional.
Tidak tanggung-tanggung selain masyarakat, pedagang di pasar tradisional pun ikut keluhkan naiknya harga telur yang tidak seperti biasanya.
Rupanya naiknya harga telur di sejumlah pasar sama sekali tidak mempengaruhi para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Seperti halnya yang dialami oleh salah satu produksi rumahan di Keluahan Balandete, Kecamatan Kolaka.
UMKM satu ini mengaku walaupun harga telur dan sejumlah bahan kue lainnya naik, di sejumlah pasar tradisional namun tidak mempengaruhi turunnya omset mereka.
Salah seorang pemilik Kue dan Roti, Sitti Anugrah mengaku penghasilannya sama sekali tidak mempengarhi naiknya harga telur mapun harga bahan kue lainya.
Siti bahkan mengaku mendapat anugerah ditengah naiknya harga telur pada beberapa hari terakhir ini.
”Allahamdulilah harga telur naik, omset saya juga ikut naik,” kata Sitti pada Triaspolitika.id Ahad, (21/8/2022).
Sebelum harga telur naik kata Sitti, ia memperoleh penghasilan per harinya dikisaran Rp1,5 juta saja, namun setelah harga telur naik, kini ia bisa memperoleh pengahsilan Rp2 juta hingga lebih per harinya.
Kata Sitti, selain bahan kue, pembungkus roti seperti plastik dan kotak kue juga ikut naik beberapa hari terakhir ini.
Биологический прогресс характеризуется следующими чертами.
1 как соотносятся понятия человек и общество.
Психологическое здоровье реферат.
Человек это определение обществознание.
Психотерапевт егэ предметы.
Тест 16 личностей.