oleh

Gubernur Sultra Ali Mazi, Kunker di Kepulauan Buton  

KENDARI, TP – Subuh yang tenang Kota Kendari disibukkan dengan suara sirene mengaung pertanda awal perjalanan rombongan Gubernur Sultra ke Kota Bau-Bau dan Kabupaten Buton. Terdapat 40 kendaraan roda empat beriringan mendampingi Gubernur, perjalanan di mulai dari depan Rujab Gubernur pukul 06.00 Wita. Jumat (29/1/2021) rencananya Gubernur Sultra, Ali Mazi, SH akan kunker selama lima hari di Kepulauan Buton.

Selama dua jam perjalanan, tepat pukul 08.00 rombongan tiba di kecamatan Amolengo. Gubernur bersama sejumlah kepala OPD meninjau pelabuhan Amolengo Konawe Selatan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Labuan menggunakan Feri.

Pukul 10.00 rombongan Gubernur Sultra tiba di pelabuhan Labuan dan dalam perjalanan menuju Kota Bau-Bau, Gubernur menyempatkan mengunjungi Kecamatan Maligano untuk menerima aspirasi masyarakat.

Selanjutnya melakukan perjalanan selama 4 jam, akhirnya rombongan Gubernur tiba di Kota Bau-Bau pukul 14,00, beristirahat di Hotel masing-masing untuk persiapan Ramah Tamah Di rujab.

Gubernur Sultra Ali Mazi, SH, saat memberikan sambutan di rumah jabatan Walikota Baubau, Jumat (29/1/2021) malam. | Dok. Kominfo Sultra.

Tepat pukul 19.00 wita rombongan gubernur sultra diterima di rujab Walikota. Diawali dengan makan malam bersama gubernur H. Ali Mazi SH, Walikota Bau-Bau (Dr. H. AS. Thamrin, MH), wakil Walikota Bau-Bau (Drs. La Ode Monianse, M.Si), Sekretaris Kota Bau-Bau (Dr. Roni Muchtar, M.Pd), Owner PT. Bukaka Group (Halim Kalla), Pj. Sekda Buton Utara (Dra. Yuni Nurmalawati, M.Si) dan sejumlah anggota DPRD prov. yakni La Ode Tariala, S.Pd dan Syahrul Said, S.Sos

Turut hadir sejumlah asisten dan kepala OPD Prov. Sultra, diantaranya asisten 1 bidang pemerintahan Drs. Basiran M.Si, Kadis Dikbud, Asrun Lio, M.Hum., Ph.D), Kepala BKD, Dra. Zamuriah, M.Si; Kadis Cipta Karya Dr. Ir. Fahri Yamsul, MT; Kadis Perhubungan, Dr. Ir. Hado Hasina, M.Si.; Kadis Koperasi, M. Yusuf, M.Si.; Plt. Kadis Tanaman pangan / staf ahli Drs. Muh. Djudul, M.Si; Kadis ESDM, Ir. Andi Azis, M.Si; Kadis Perkebunan, La Haruna, M.Si; Plt. Kadis Lingkungan Hidup, Ir. H. Ansar, M.Si; Plt. Kadis Kehutanan, Ir. Sahid; Kadis Perikanan, La Ode Kardini, M.Si; Kadis Perindag, Hj. St. Saleha, SE., M.Si: Kadis Bina Marga, Abd. Rahim, SE., M.Si; Kadis PUPR, Ir. Nurjaya, M.Si.; Kaban Litbang, Dr. Sukanto Toding, MAP, MA; Kaban Kesbangpol, Parinringi, SE, M.Si; Kasat Pol PP, La Ode Hidayat, S.Pd., M.Pd; Kadis Kominfo, M, Ridwan Badalah, S.Pd., MM; Karo Umum, Drs. Aslaman Sadik; Karo Ekonomi (Pj. Sekda Butur); Karo Ortala, Rahmat Hasan, SH; Sekdis Cipta Karya, Muh. Rajulan, ST. M.Si.

Sejumlah pejabat Non-pemerintahan ikut hadir, Dewan Pengawas RS. Bahteramas, Asnan Laamba; Direktur Bank Sultra, Abd. Latief, SE, anggota TGUPP (Tahir Lakimi, S.Ag dan Yoghi Nebangsi).

Mengawali awal Malam acara ramah tamah, Satuan Dharma wanita Kota Bau-Bau yang membawakan march Polima dan March Garbarata yang dipimpin oleh Ibu Nanik Roni Muchtar.

Walikota Bau-Bau diberi kesempatan untuk memberi sambutan selamat datang. Pada sambutan Walikota disampaikan terkait integritas dan koordinitas program dan kegiatan yang selama ini dilakukan bersama pemerintah prov. sultra dibawa pimpinan Bapak H. Ali Mazi, SH.

Sejumlah program dan kegiatan tersebut diantaranya;
1. dikukuhkannya La Ode Himayatuddin (Oputa Yi Koo) sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.
3. Selain itu, tak kalah penting adalah suksesnya program pembangunan jembatan Buton – Muna yang akan dikerjakan pada tahun 2022.
4. Rencana Pembangunan Patung Pahlawan nasional Oputa Yi Koo di Kota Bau-Bau dan Kota Kendari.
5. Rencana Peningkatan Bandara Betoambari.
6. Rencana kelanjutan baypass Kota Bau-Bau.

Selain itu, Walikota memyampaikan tata kehidupan masyarakat Buton Bau-Bau dengan singkatan POLIMA. Polima diartikan sebagai falsafah hidup, kerukunan bermasyarakat, bernegara dan pembangunan. Polima diambil dari lima dasar yang dijaga dan dilakukan masyarakat Buton Bau-Bau, yakni :
1. pobincibinciki kuli artinya saling menjaga perasaan orang lain.
2. popiara-piara artinya saling menjaga dan memelihara.
3. poangkah-angkah taka artinya saling mendukung.
4. poma-masiaka artinya saing menyayangi.
5. poma-maeka artinya saling menjaga harkat martabat.

Falsafah hidup ini kemudian menjadi konsep membangun Kota Bau-Bau.

Sementara itu di Puncak Acara, Gubernur Sultra, Ali Mazi, SH, Dalam sambutannya menuturkan kisah bersama Walikota ketika itu sebagai ASN DI Badan Pertanahan Nasional. Ketika itu, H. Ali Mazi. SH. sebagai Gubernur Sultra periode 2003 – 2008. Saat itu, Gubernur melakukan pelantikan pertama yakni AS Thamrin sebagai Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Prov. Sultra.

Gubernur juga menyampaikan bahwa selama kurun waktu periode pertama memimpin di prov Sultra telah membangun konsep pembangunan berkelanjutan dgn tagline Stellshell, Masyarakat Sejahtera yang kemudian dikenal dengan tag SMS. Konsep tersebut dibuat dalam buku agenda dengan beberapa program mercusuar 2003 – 2023.

Lanjutnya kata dia , Program tersebut kemudian dapat terwujud selama kurun waktu 10 tahun. Misalnya
1. Jembatan teluk kendari yang dibangun pemerintah pusat pada pemerintahan H. Nur Alam.
2. Jembatan Buton – Muna yang rencana pembangunan 2022.
3. Perluasan runway dan peningkatan status Bandara Halu Oleo.
4. Jalan poros toronipa.
5. RS. Bahteramas.
6. Peningkatan status BLK kendari menjadi BLK Internasional.
7. Pembangunan patung Himayatudin.
8. Peningkatan dan perluasan runway bandara betoambari.
9. Pemanfaatan aspal buton dalam program 1000 kilometer yang 400 km digunakan di sultra dangan nilai investasi 47 triliun.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur H. Ali Mazi, Menyampaikan, agar masyarakat sultra saling mendukung, bahu membahu, kerjasama dalam membangun sultra karena sulawesi tenggara milik kita bersama dalam konsep masyarakat mejemuk.

Laporan: Ahmad

HUKUM KRIMINAL