Fakta Awal Mula Peperangan Rusia dan Ukraina

waktu baca 3 menit
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan)

INTERNASIONAL, TRIASPOLITIKA.ID – Rusia telah memulai Invasi ke Ukraina usai pasukan Moskow mengerahkan pasukan, tank, artileri dan peralatan tempur lainnya ke perbatasan negara bekas Uni Soviet pada Kamis (24/2/2022).

Beberapa pihak juga khawatir akan potensi Perang Dunia III, menyusul langkah Rusia menginvasi Ukraina. Pasalnya, tak hanya dua negara ini yang terlibat, Amerika Serikat dan NATO juga kemungkinan turun tangan pada konflik tersebut.

Triaspolitika.id akan merangkum fakta awal mula peperangan antara Rusia dan Ukraina Berdasarkan data dari berbagai sumber.

Berdasarkan sejarah, dahulu ada kerajaan bernama Seflus. Kerajaan tersebut merupakan cikal bakal adanya Negara Rusia dan Ukraina. Lebih tepatnya, Rusia – Ukraina dan Belarus. Tiga negara tersebut kemudian membentuk menjadi satu yang disebut Uni Soviet.

Setelah perang Dunia ke II berakhir, negara barat ini mulai terancam akan keberadaan Uni Soviet. Sebab, Uni Soviet merupakan negara yang memiliki power yang besar. Negara barat kawatir hingga merasa ketakutan, jika Uni Soviet melakukan Invasi.

Hingga pada tahun 1949 muncul NATO. Tujuan dibentuknya NATO adalah semata-mata untuk menjaga-jaga ketika Uni Soviet melakukan Invasi besar-besaran. Hal itu juga yang membentuk adanya Blok barat dan Blok Timur.

Pada tahun 1990, negara Uni Soviet pecah menjadi negara Rusia dan negara Ukraina. Pecahnya negara Ukraina dan Rusia ini, membuat banyak masyarakat sedih termaksud Presiden Rusia Vladimir Putin.

Singkat cerita, Vladimir Putin kemudian menduduki kekuasaan menjadi Presiden Rusia. Karena Putin memiliki jiwa Nasionalis yang tinggi, Presiden Rusia itu akhirnya berpendapat jika Rusia dan Ukraina seharusnya bersatu.

Namun negara Ukraina tidak tertarik untuk bersatu bersama Rusia. Menurut Ukraina, jika mereka bersatu, Ukraina dengan mudah disetir oleh Rusia.

Hal yang memicu sehingga Rusia memutuskan untuk berperang dengan Ukraina yaitu, adanya niat dari Ukraina untuk bergabung bersama NATO. NATO sendiri banyak menjanjikan Ukraina jika bergabung bersama NATO nantinya, misalnya menjanjikan ekonomi Ukraina menjadi maju.

NATO juga menjanjikan Ukraina Jika dikemudian hari terjadi perang antara Rusia dan Ukraina, maka anggota NATO seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis siap melindungi Ukraina.

Namun faktanya, saat terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina, negara yang dijanjikan NATO untuk melindungi Ukraina ini, justru diam dan tidak ikut terlibat dalam peperangan.

Jadi secara langsung, bergabungnya Ukraina pada NATO sepenuhnya akan ditanggung oleh Ukraina sendiri. Sehingga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat mengeluarkan pernyataan yang berisi,

”Kita ditinggalkan sendirian untuk membela negara kita. Siapa yang siap bertarung bersama kita? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? semua orang takut,” tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Dari peperangan ini, juga diprediksi akan membentuk aliansi masing-masing. Ukraina akan dibela oleh Amerika Serikat, sedangkan Rusia akan dibantu oleh China. Dan jika samapi tentara militer Rusia menampakan kaki ke negara Ukraina, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perang Dunia ke III.

Bahkan sempat ada kabar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan ikut terlibat dalam penghentian Invasi Rusia ke Ukraina. Seperti yang diberitakan sejumlah media nasional, bahwa Jokowi sempat diminta oleh Ukraina untuk gunakan pengaruhnya sebagai ketua G-20 dalam mendorong penghentian Invasi Rusia ke Ukraina.

Editor: Triaspolitika.id

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!