Dugaan Pungli di Puskesmas Abuki, Peserta JKN KIS diminta Bayar hasil USG

waktu baca 2 menit
Foto Ilustrasi

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Aroma Pungli di duga terjadi di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

 

Dugaan itu di lakukan kepada peserta JKN KIS dan peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang melakukan Ultrasonografi atau USG.

 

Itu terjadi pada Senin 6 November 2023, dimana sejumlah ibu hamil (bumil) memeriksakan kandungan mereka di puskesmas Abuki menggunakan USG.

 

Bukanya gratis karena memiliki JKN KIS dan BPJS Kesehatan Mandiri, mereka malah di mintai sejumlah uang oleh oknum Puskesmas usai USG.

 

Mereka mengeluarkan biaya sebesar Rp70 ribu untuk sekali USG dan Rp 30 ribu untuk pemeriksaan HB.

 

Salah satu bumil yang identitasnya minta di rahasiaian mempertanyakan kepada pihak Puskesmas Abuki terkait biaya yang di keluarkan.

 

Pasalnya, Ia merupakan peserta BPJS Mandiri, dan setiap USG mengapa BPJS miliknya tidak berlaku.

 

” Sudah dua kali di USG, tetap di suruh bayar, waktu USG pertama bayar 100 ribu. Terus dia bilang petugasnya kalo USG kedua tidak akan bayar asal usia kandungan dibawah 37 minggu, tapi ini usai kandungan belum 37 minggu tetap di suruh bayar, ” katanya.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, Bagian subkordinator kesehatan Keluarga dan gizi Herniatin mengatakan, alat USG yang berada di beberapa Puskesmas termaksud Abuki merupakan USG dua dimensi dan fungsinya hanya mendiagnosis kesehatan bayi.

 

Ia pun mengungkapkan, bagi ibu hamil yang melakukan USG itu sepenuhnya digratiskan bagi yang memiliki kartu jaminan kesehatan.

 

“USG itu untuk pemeriksaan skrining awal ibu hamil, kalau dulunya itu 4 kali sekarang 6 kali pemeriksaan, semester satu, satu kali ketemu dokter, semester tiga minimal satu kali dengan USG, terkait pembayaran skrining sepengetahuan saya itu tidak (gratis red) kecuali pasien umum, kalau dia mempunyai kartu jaminan pasti (ditanggung red),” jelas Herniatin.

 

Sementara itu kepala Puskesmas Abuki Hasnani saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp belum menanggapinya hingga berita ini di terbitkan.

error: Content is protected !!