Dua Mahasiswa USN Kolaka Raih Emas di NANDES Championship 2: Perpaduan Otak dan Otot di Arena Silat
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Gemuruh tepuk tangan di arena NANDES Championship 2 telah mereda, namun kebanggaan baru saja dimulai. Di tengah ratusan pesilat dari seluruh Sulawesi Tenggara yang berlaga di Kolaka pekan lalu, dua mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka pulang dengan kepala tegak, menggenggam medali emas yang paling didambakan.
Mereka adalah Angga Jibran dan Irfan Jaya — bukan atlet profesional yang setiap hari bergelut di gelanggang, melainkan mahasiswa yang piawai menyeimbangkan dunia akademik dan olahraga. Bagi keduanya, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi bukti bahwa disiplin ilmu di kampus dapat berpadu dengan ketangguhan mental di arena.
Dua Jalur Menuju Emas: Seni dan Tanding
Angga Jibran: Koreografi Kekuatan dan Jiwa
Di kategori Seni, di mana setiap gerakan dinilai berdasarkan presisi, kekuatan, dan keindahan, Angga Jibran tampil memukau. Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USN Kolaka, Angga menganggap silat bukan sekadar olahraga, melainkan perpaduan antara seni dan sains gerak.
“Di Pendidikan Jasmani, kami belajar tentang anatomi, biomekanika, dan efisiensi gerak,” ujarnya sambil menatap medali emas yang tergantung di lehernya. “Di kategori seni, setiap kuda-kuda dan napas harus punya makna. Bukan hanya soal keindahan, tapi kekuatan dan kesadaran tubuh.”
Baginya, kemenangan ini menjadi pembuktian nyata. “Medali ini bukan hanya untuk saya,” lanjutnya, “tapi juga untuk menunjukkan bahwa ilmu yang kami pelajari di kampus punya aplikasi langsung dalam kompetisi tingkat tinggi.”
Irfan Jaya: Membaca Lawan, Seperti Membaca Peta
Sementara itu, di kategori Tanding yang menuntut kecepatan, kekuatan, dan strategi, Irfan Jaya menunjukkan ketenangan seorang analis. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi ini mungkin tampak tidak biasa di arena pertarungan, tetapi baginya, ada keterkaitan yang jelas antara disiplin akademik dan strategi bertarung.
“Banyak yang bertanya, apa hubungan Geografi dengan silat tanding?” kata Irfan usai kemenangannya. “Di Geografi kami belajar menganalisis ruang dan pola. Di arena, saya melakukan hal yang sama—membaca gerak lawan, memetakan celah, dan menentukan kapan harus menyerang.”
Menurutnya, kemenangan bukan hanya soal fisik, melainkan soal kemampuan berpikir taktis. “Silat itu strategi, sama seperti membaca peta. Kita harus tahu di mana posisi kita dan bagaimana membaca medan.”
Kebanggaan Kampus: Sinergi Akademik dan Karakter
Capaian emas dari dua mahasiswa ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas academica USN Kolaka. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Qammaddin, S.Kom., M.Kom., CITSM., ECIH, menilai kemenangan tersebut sebagai bukti nyata kualitas mahasiswa USN yang berdaya saing tinggi.
“Prestasi Angga Jibran dan Irfan Jaya menunjukkan keseimbangan luar biasa antara tuntutan akademik dan pengembangan bakat,” ujarnya. “Mereka menjadi contoh bahwa mahasiswa USN mampu berprestasi di dua ranah sekaligus—ilmu pengetahuan dan olahraga.”
Lebih dari Sekadar Medali
Bagi Angga dan Irfan, medali emas itu bukan hanya simbol kemenangan, melainkan hasil dari manajemen waktu yang disiplin antara kuliah, tugas, dan latihan. Bagi USN Kolaka, capaian ini menegaskan komitmen untuk mencetak generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.
Kejuaraan NANDES Championship 2 mungkin telah usai, tetapi kisah dua mahasiswa yang menaklukkan dua dunia—akademik dan olahraga—baru saja dimulai.







