Dr. Baru Sadarun Usung Konsep ‘UHO KEREN’ pada Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo 2026–2030

waktu baca 2 menit

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Pemilihan Rektor Universitas Haluoleo (UHO) periode 2026–2030 menjadi momentum strategis dalam menentukan arah pengembangan perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara.

Salah satu calon rektor, Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si., mengusung visi transformasi bertajuk “UHO KEREN: Bergerak. Bertumbuh. Berdampak.” sebagai strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global.

Konsep tersebut ditawarkan sebagai peta jalan pengembangan UHO menuju World-Class Entrepreneurial University yang unggul dalam bidang pendidikan, riset, inovasi, tata kelola, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Dr. Baru Sadarun, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, dan ekonomi berbasis pengetahuan menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi secara cepat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“UHO harus bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan tata kelola agar mampu menjadi universitas yang memiliki daya saing global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akronim KEREN memiliki makna strategis yang menjadi landasan pengembangan universitas.

Huruf K merupakan singkatan dari Ketakwaan dan Kesejahteraan, yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, integritas, serta peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.

Huruf E mengandung makna Ekonomi Kreatif dan Edukatif, yang diarahkan untuk melahirkan inovator, wirausahawan, serta perusahaan rintisan (startup) berbasis hasil riset kampus.

Sementara R berarti Riset, Sains, Teknologi, dan Reformasi Birokrasi, dengan menempatkan penelitian sebagai motor utama pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Adapun huruf E berikutnya bermakna Ekosistem Pesisir, Kelautan, dan Pedesaan yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi maritim Sulawesi Tenggara harus dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sedangkan huruf N mencerminkan semangat Nasionalis dan Keterwakilan, yang menegaskan komitmen UHO sebagai kampus yang inklusif, memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional, serta menjadi pusat pemikiran bagi pembangunan kawasan Indonesia Timur.

Melalui konsep UHO KEREN, Dr. Baru Sadarun juga menawarkan sejumlah program prioritas, di antaranya pengembangan AI Smart Campus, pendirian International Marine and Coastal Research Center, peningkatan kerja sama internasional, percepatan peningkatan jumlah guru besar, hilirisasi hasil riset, hingga reformasi tata kelola universitas yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia berharap semangat “Bergerak. Bertumbuh. Berdampak.” dapat menjadi energi baru dalam mendorong UHO berkembang sebagai pusat pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Melalui transformasi ini, UHO diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kewirausahaan yang berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

  • Reporter: Bensar Sulawesi