Bupati Koltim Lepas Kafilah MTQ ke-31, Targetkan Prestasi Terbaik di Konawe

waktu baca 2 menit

KOLAKA TIMUR, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Kolaka Timur (Koltim) melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026 di Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Koltim, Desa Matabondu, Senin (22/6/2026) pagi.

Pelepasan tersebut menjadi bagian dari persiapan kafilah Koltim yang akan mengikuti MTQ ke-31 tingkat Provinsi Sultra yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Konawe, 23-28 Juni 2026.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim Rismanto Runda, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Koltim Muhammad Syarif Muin, S.Ag., M.M., Ahmadin, S.Ag., M.H.I., Kabag Kesra Setda Koltim Arisman, S.Ag., serta Pimpinan Pondok Pesantren Al Bukhari Wesalo KH Usman Hamid.

Puluhan peserta, official, dan panitia kafilah Koltim juga hadir dalam agenda pelepasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Koltim meminta seluruh anggota kafilah, khususnya para peserta, untuk menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ di Kabupaten Konawe.

Ia juga mendorong para peserta tampil maksimal dengan mengandalkan kemampuan dan potensi yang telah dimiliki.

“Dan yang tak kalah penting juga, juaranya harus kita raih dan rebut. Karena potensi untuk mendapatkan itu sangat besar dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki seluruh peserta ini,” harap Bupati.

MTQ ke-31 tingkat Provinsi Sultra akan dibuka pada 23 Juni 2026 dengan agenda Pawai Ta’aruf. Sementara rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Juni 2026.

Pada ajang tersebut, kafilah Koltim akan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Secara keseluruhan terdapat 51 cabang lomba yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang diberangkatkan.

Seluruh rangkaian perlombaan akan berlangsung hingga 27 Juni, sebelum acara penutupan MTQ digelar pada 28 Juni 2026.

Keikutsertaan kafilah Koltim dalam MTQ tingkat provinsi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.