BPS Kolut Mulai Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Konten Kreator dan Usaha Online Ikut Didata

waktu baca 2 menit

KOLUT. TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaut resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui apel gabungan yang digelar di Lapangan Aspirasi, Senin (22/6/2026).

Pencanangan ditandai dengan pemasangan rompi kepada perwakilan petugas sensus serta pelepasan balon oleh unsur Forkopimda, Pemkab Kolaka Utara, dan BPS sebagai simbol dimulainya pendataan ekonomi di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Mewakili Bupati Kolaka Utara, Asisten III Setda Kolaka Utara, Nur Jaya, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha secara menyeluruh.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Sensus ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar,” ujar Nur Jaya.

Sementara itu, Kepala BPS Kolaka Utara, Dini Amirul, mengungkapkan sebanyak 145 petugas telah diterjunkan untuk melakukan pendataan yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door. Menariknya, sensus kali ini tidak hanya menyasar pelaku usaha konvensional, tetapi juga usaha berbasis digital yang kini terus berkembang.

“Pelaku usaha online, penjual di marketplace, hingga konten kreator yang memperoleh penghasilan dari aktivitas digital juga akan menjadi bagian dari pendataan,” jelas Dini.

Ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.

Data yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai bahan penyusunan berbagai kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah diharapkan dapat merancang program pembangunan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  • Reporter : Fyan