Bitcoin hingga Memecoin: Pasar Kripto Kembali Panas Jelang Keputusan The Fed

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Harga Bitcoin (BTC) kembali menembus tonggak psikologis penting di level US$114.000 atau sekitar Rp1,87 miliar (kurs Rp16.461 per dolar AS), didorong oleh rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan signifikan. Data ini memperkuat ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Berdasarkan data pasar, Bitcoin sempat menyentuh US$113.953 sebelum akhirnya melampaui US$114.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Agustus. Adapun PPI utama turun menjadi 2,6% YoY, lebih rendah dibanding konsensus 3,3%, sementara PPI inti juga melandai ke 2,8%, menandakan tekanan inflasi yang semakin mereda menuju kuartal IV/2025.

Volatilitas Jangka Pendek, Reli Jangka Panjang

Secara historis, pemangkasan suku bunga oleh The Fed sering memicu volatilitas jangka pendek pada pasar kripto, namun diikuti dengan reli kuat dalam jangka panjang. Dua indikator utama, yakni Market Value to Realized Value (MVRV) dan Rasio Whale, mengonfirmasi pola tersebut. Biasanya, aksi jual awal dari investor besar menciptakan fluktuasi, sebelum pasar memasuki fase akumulasi.

“Penurunan data inflasi produsen Amerika menjadi katalis kuat yang membuat investor kembali percaya diri terhadap prospek bullish Bitcoin. Namun, kita tetap harus mewaspadai volatilitas jangka pendek menjelang keputusan Fed minggu depan,” kata Fyqieh Fachrur, Analis Tokocrypto, dalam keterangannya, Jumat (13/9/2025).

Altcoin Mulai Unjuk Gigi, BNB Sentuh Rekor Tertinggi

Tidak hanya Bitcoin, beberapa altcoin utama juga menunjukkan performa impresif. BNB mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa dengan menembus level US$904 atau setara Rp14,8 juta. Lonjakan ini terjadi usai kesepakatan strategis antara Binance dan Franklin Templeton, serta adanya akumulasi signifikan dari investor institusi.

“BNB telah naik lebih dari 28% year-to-date, dan jika tren ini bertahan, harga berpotensi menembus US$1.400 dalam waktu dekat,” ujar Fyqieh. Ia menambahkan bahwa indikator teknikal seperti RSI, MACD, dan moving average jangka menengah hingga panjang mendukung momentum bullish BNB, meskipun ada kemungkinan koreksi dalam jangka pendek.

Menurutnya, level resistensi di kisaran US$900–US$920 akan menjadi area krusial. Gagal menembus level ini dengan volume yang cukup besar dapat memicu pullback teknikal.

Memecoin Terbang, ETF DOGE Jadi Katalis

Sementara itu, aset kripto berbasis komunitas atau memecoin juga mengalami lonjakan. Dogecoin (DOGE) melonjak menembus US$0,25, tertinggi sejak Mei, menyusul kabar peluncuran produk exchange-traded fund (ETF) DOGE pertama.

Di sisi lain, Shiba Inu (SHIB) berhasil menembus pola bullish continuation dengan target resistensi di US$0,00001590, sementara Pepe Coin (PEPE) mengalami breakout dari pola falling wedge, membuka peluang kenaikan menuju US$0,00001335.

Memecoin lain, Trump Coin (TRUMP), masih diperdagangkan fluktuatif. Namun pola teknikal double-bottom memberikan prospek kenaikan hingga US$11,95, atau sekitar 37% lebih tinggi dari harga saat ini.

“Ketika Bitcoin stabil di atas US$113.000 dan pasar menantikan pelonggaran kebijakan moneter, memecoin seperti DOGE dan SHIB mendapat dorongan dari spekulasi dan hype komunitas. Faktor eksternal seperti ETF dan tren politik juga menjadi katalis tambahan,” jelas Fyqieh.

Arah Pasar Kripto Ditentukan Data IHK

Pasar kripto kini menanti rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat pada 11 September 2025, yang dinilai menjadi data kunci penentu langkah kebijakan The Fed berikutnya. Jika IHK menunjukkan tren melandai, potensi pemangkasan suku bunga akan semakin terbuka, memperkuat sentimen bullish di pasar aset digital.

Fyqieh menilai, jika pola historis kembali berulang, maka pelonggaran moneter dapat menjadi pintu masuk menuju all time high (ATH) baru Bitcoin. Altcoin seperti BNB diperkirakan akan menjadi outperformer karena didukung oleh fundamental kuat, sedangkan memecoin masih akan dikendalikan oleh dinamika komunitas dan sentimen investor ritel.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES