Besok, KKP Gratiskan Rapid test untuk 200 Orang Penumpang tujuan Muna dan Baubau
KENDARI, TP – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memberi kompensasi terhadap 200 calon penumpang yang hendak mudik ke kampung halaman. 200 penumpang yang dimaksud yakni penumpang tujuan Kabupaten Muna dan Kota Baubau. Rencananya, rapid test bakal dilaksanakan Minggu, 9 Mei 2021 besok.
Rapid tes secara gratis terhadap penumpang dinilai, sebagai salah satu solusi untuk memberikan peluang masyarakat yang berasal dari Kabupaten Muna dan kota Baubau untuk pulang ke kampung halamannya.
Hal tersebut dikatakan Kepala KKP Kota Kendari, Laode Hajar Dony pada Triaspolitika.id, Sabtu (8/5/2021).
Kata Laode Hajar, penumpang kapal yang hendak pulang ke kampung halamannya diperbolehkan asalkan memiliki surat keterangan Rapid test.
“Hal ini merujuk pada intruksi pemerintah. Maka kami ingin mencarikan solusi terbaik bagi para penumpang, agar mereka tetap memiliki Rapid tes. Sekali lagi, kami hanya ingin mencari solusi terbaik untuk penumpang,” kata Kepala KKP Kota Kendari, Laode Hajar Dony.
Ada 200 kuota Rapid test antigen gratis untuk penumpang Kendari tujuan Muna dan Baubau, yang disiapkan Kepala KKP besok.
“Kita gratiskan, namun jumlahnya terbatas. Ini dikarenakan alat Rapid test kami juga hanya tersedia untuk 200 penumpang,” terangnya.
Sebelumnya rapid dignostic test (RDT) kata dia, sudah diberlakukan di pelabuhan kapal cepat (Nusantara) pada hari pertama yaitu 6 Mei 2021.
”Saat itu kami melaksanakan Rapid test terhadap penumpang tujuan pelabuhan kapal malam (Pelabuhan Rakyat) sebab, di pelabuhan tersebut hampir semua penumpang tidak memiliki surat keterangan Rapid test,” katanya.
Sedangkan dihari kedua dan ketiga, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan kata dia, tidak memberikan lagi Rapid test secara gratis, dikarenakan kehabisan alat rapid test. Pihak KKP melakukan rapid test prabayar dengan bekerjasama Rumah Vaksin.
“Dihari kedua dan ketiga itu rapid testnya seharga Rp50 ribu per penumpang. Sebenarnya kita bisa saja meminta sekali rapid test bayar Rp250 ribu, seperti yang diterapkan bandara atau di tempat lain, namun disini kami hanya ingin membantu dan mencari solusi terbaik bagi para penumpang yang hendak mudik,” katanya.
Sebenarnya kata dia, pihak KKP berawal melakukan kerja sama dengan pihak Rumah sakit Bhayangkara, namun RS Bhayangkara juga kehabisan alat rapid test, sehingga KKP langsung bekerja sama dengan Rumah Vaksin sebagai pihak yang bakal melakukan uji virus COVID-19.
Reporter : Ahmad







