ATR/BPN Percepat Pembinaan SDM untuk Atasi Ketimpangan Kompetensi 34.000 ASN
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempercepat penyusunan program pembinaan sumber daya manusia (SDM) guna menjawab kompleksitas tugas dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik.
Langkah ini dinilai strategis untuk memitigasi risiko ketimpangan kompetensi di lingkungan kementerian yang memiliki sekitar 34.000 aparatur sipil negara (ASN).
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan urgensi penguatan kapasitas SDM saat memimpin Rapat Pembahasan Kebutuhan Peningkatan Kompetensi di kantor Kementerian ATR/BPN, Senin (12/1).
“Untuk memitigasi risiko ketimpangan kompetensi dan pengetahuan, peran pengembangan SDM sangat dibutuhkan. Mengingat SDM kita beragam dari sisi jabatan dan latar belakang pendidikan, sementara beban tugas semakin bertambah dan tuntutan masyarakat semakin tinggi,” ujar Dalu.
Berdasarkan data Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR), jumlah ASN di lingkungan Kementerian ATR/BPN mencapai sekitar 34.000 orang, yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalu juga mendorong penguatan kelembagaan melalui pemetaan karakteristik pegawai secara lebih komprehensif, khususnya di kantor-kantor pertanahan (kantah) di seluruh Indonesia.
Pemetaan tersebut mencakup seluruh lini, mulai dari petugas loket pelayanan hingga fungsi teknis dan ketatausahaan, sebagai dasar penyusunan program pengembangan kompetensi yang lebih tepat sasaran.
Rapat tersebut dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Biro Sumber Daya Manusia, serta Biro Ortala MR.
Kepala BPSDM ATR/BPN, Agustyarsyah, mengungkapkan bahwa berbagai persoalan organisasi kerap bermula dari aspek SDM.
Oleh karena itu, pihaknya tengah mengembangkan assessment center sebagai instrumen untuk menyusun profil kompetensi pegawai sekaligus merancang pelatihan manajerial dan teknis yang lebih terukur.
“Ke depan, pada Mei 2026 kami menyiapkan proyek kantor model di tiga kantor pertanahan. Model ini diharapkan menjadi percontohan bagi ratusan kantor lainnya. Kami sudah memetakan kondisi, profil, serta kebutuhan pelatihan. Kami berharap dukungan penuh dari Pak Sekjen dan para kepala biro,” ujarnya.
Program percepatan pembinaan SDM ini dipandang krusial dalam mendukung agenda reformasi birokrasi di lingkungan ATR/BPN, sekaligus memperkuat kualitas layanan publik, khususnya dalam percepatan dan peningkatan mutu pelayanan sertifikasi tanah nasional.
- Reporter: Farid







