oleh

Wawali: Jadikan Benteng Keraton Wolio Sebagai Warisan Dunia

BAUBAU, TRIASPOLITIKA. ID – Pemerintah Kota Baubau terus berupaya untuk menjadikan Benteng Keraton Wolio Buton sebagai salah satu warisan budaya dunia. Untuk itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse menekankan, agar semua pihak benar-benar serius untuk mewujudkan rencana besar tersebut.

“Menurut saya ini bukan hal yang mudah, karena itu dibutuhkan keseriusan kita semua untuk bisa memenuhi semua persyaratan, agar Benteng Keraton Buton ini dapat menjadi Warisan Budaya dunia,” ujar La Ode Ahmad Monianse kepada sejumlah media saat ditemui di Baruga Keraton Wolio Baubau, Ahad (17/10/2021).

Wawali Baubau ini menuturkan, ketika kawasan tersebut sudah menjadi Warisan Budaya Nasional, maka perilaku kebudayaan di kawasan tersebut seharusnya kembali tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, upaya untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu warisan budaya dunia tidak hanya menjadi sebuah konsep.

“Maksud saya adalah, agar ini jangan mati sebagai sebuah rencana, akan tetapi semua persyaratan untuk bisa mewujudkan itu harus benar-benar dipenuhi. Selain itu, karakter budaya di kawasan ini juga harus betul-betul ditunjukkan sebagai wujud dari pada perilaku masyarakat di kawasan ini,” ujarnya.

La Ode Ahmad Monianse berharap, agar kultur budaya yang terjadi dimasa lalu benar-benar menjadi pola hidup sehari-hari dari masyarakat yang ada dalam kawasan benteng. Selain itu, para pengunjung di kawasan benteng tersebut juga diwajibkan untuk menerapkan kultur budaya tersebut.

“Intinya adalah ada hari yang ditentukan untuk bisa melestarikan nilai-nilai kebudayaan itu dalam praktik hidup sehari-hari. Misalnya di hari-hari tertentu, di mana pola hidup masyarakat baik yang berdomisili maupun yang masuk di kawasan ini. Kebudayaan itu benar-benar harus dipraktikkan, termasuk ritual-ritual sakral lainnya juga harus dihidupkan kembali,” tuturnya.

Terkait dengan HUT Kota Baubau yang Ke-20 Tahun La Ode Ahmad Monianse juga berharap, agar dengan usia tersebut, Baubau akan semakin berbenah. Dengan demikian, apa yang menjadi cita-cita besar untuk menjadikan Baubau sebagai Kota yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya dapat terwujud.

“Jadi kita belajar dari pengalaman kita selama 20 Tahun ini, dan kita akan jadikan pelajaran untuk bagaimana menata diri di tahun-tahun berikutnya. Memang sudah banyak prestasi yang kita raih, tetapi tidak sedikit juga hambatan yang kita alami, semua ini harus menjadi pertimbangan kita dalam merencanakan masa depan,” ucapnya.

La Ode Ahmad Monianse juga menekankan, agar prestasi yang diperoleh tersebut dapat seiring sejalan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, semua prestasi tersebut tidak hanya menjadi sebuah trofi atau piagam penghargaan, namun betul-betul menjadi motor untuk lahirnya sebuah perubahan.

“Katakanlah kita mendapatkan Adipura, sebagai supremasi tertinggi dalam kebersihan buat Kota. Maka sedapat mungkin praktik kebersihan itu terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bukan hannya pada saat hari-hari di mana kita mau dinilai, namun budaya bersih itu benar-benar akan terus ada di Kota ini,” tandasnya.

Ditambahkan, seperti halnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, pihaknya menekankan agar predikat tersebut dapat mempengaruhi perilaku birokrasi dalam pengelolaan keuangan. Di mana dalam pengelolaan keuangan betul-betul harus merujuk kepada standarisasi keuangan yang benar, bukan hal yang benar tersebut dilakukan karena adanya pemeriksaan dari BPK.

“Jadi penghargaan itu harus mampu menyemangati kita untuk berbuat yang sesuai dengan standar penilaiannya. Supaya masyarakat juga melihat bahwa Pemerintah Kota mendapatkan itu karena bukan hanya sebuah penilaian, tapi karena memang apa yang dinilai itu sudah menjadi budaya sehari-hari,” pungkasnya. (Adm)

BERITA PILIHAN