Wartawan JPNN lapor ke Polda, Terkait Dugaan Kekerasan yang Dialaminya

waktu baca 2 menit
Wartawan JPNN, Laode Muhammad Deden Saputra, memperlihatkan bukti laporannya ke Polda Sultra.(Istimewa)

KENDARI,TRIASPOLITIKA.ID – Seorang wartawan Jaringan Pemberitaan Nusantara Negeriku (JPNN), Laode Muhammad Deden Saputra, melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya saat melakukan peliputan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Deden Saputra melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dirinya ke Polda Sultra. Pelaporan wartawan JPNN itu, didampingi langsung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama sejumlah wartawan pada Senin (14/2/2022).

“Hari ini atas kemauan korban sendiri memutuskan untuk melaporkan dugaan tindakan kekerasan dan menghalangi kerja juranis. Kami AJI dan IJTI terus mendampingi kasus ini,” jelas Laode Kasman Angkosono selaku Divisi Advokasi AJI Kendari.

Kata dia, pihaknya bakal terus monitor perkembangan kasus tersebut. Kasman berharap kausus tersebut sampai ke pengadilan.

”Karena kasus seperti ini adalah tindakan yang tidak dibenarkan. sebab jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelas Kasman.

Menurutnya, penganiyaan terhadap wartawan tidak dibenarkan. Sebab, tindakan tersebut bagian dari pengancaman terhadap kebebasan pers berpendapat dimuka umum.

”Jika kejadian ini terus dibiarkan, maka akan mengancam kebebasan pers kita,” jelas Divisi Advokasi AJI Kendari.

Kasman mengapresiasi langka korban yang telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya tanpa adanya paksaan.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan adanya aduan dari salah seorang wartawan.

“Polda Sultra sudah menerima aduan dari rekan-rekan wartawan, untuk melaporkan masalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” terang Ferry.

Kata dia, dengan adanya laporan tersebut, pihaknya bakal memproses. Ia juga bakal melihat perkembangan sejauh mana dan mendukung kasus tersebut.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!