Warga Routa Dukung Investasi PT SCM, DPRD dan Pemda Minta Jaga Kondusivitas

waktu baca 2 menit
Massa aksi di depan kantor Bupati Konawe

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Ratusan warga yang mengatasnamakan Konsorsium Masyarakat Pribumi Routa Konawe Mepokoaso (KMPRKM) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (7/4), untuk menyatakan dukungan terhadap investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

 

Koordinator aksi, Randi Liambo, mengatakan kelompoknya merupakan masyarakat pribumi lingkar tambang yang merasakan langsung dampak kehadiran perusahaan tersebut.

 

“Kami menyatakan sikap tegas mendukung keberadaan PT SCM karena telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia hingga bantuan usaha,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa kelompok yang selama ini mengkritisi perusahaan dengan mengatasnamakan masyarakat Routa tidak merepresentasikan seluruh warga setempat.

 

Menurut dia, polemik yang terus berkembang dikhawatirkan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat jika tidak segera disikapi secara bijak.

 

Selain itu, massa aksi menilai isu pembangunan smelter jenis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) tidak dapat dijadikan alasan untuk menolak investasi, mengingat adanya regulasi pemerintah pusat terkait pembatasan pembangunan smelter.

 

Sementara itu, Himpunan Aktivis Muda Konawe (HAM) juga menyampaikan dukungan terhadap investasi di wilayah tersebut. Jenderal Lapangan HAM, Agus Salim Misman, menegaskan bahwa investasi memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk melalui dana bagi hasil (DBH).

 

Ia juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD Konawe untuk mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang berpotensi memprovokasi masyarakat.

 

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, menyatakan bahwa kehadiran investasi di Kecamatan Routa telah mendorong kemajuan daerah, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Akses jalan hingga ke desa-desa terpencil kini semakin baik, dan itu merupakan dampak langsung dari investasi yang masuk,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah mendukung investasi, namun tetap harus mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk kebijakan moratorium pembangunan smelter dari pemerintah pusat.

 

“Jika dipaksakan tanpa mengikuti aturan, maka berpotensi melanggar hukum,” katanya.

 

Syamsul juga mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terprovokasi.

 

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menyampaikan apresiasi terhadap aksi yang berlangsung tertib dan damai. Ia menegaskan bahwa DPRD mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Kami akan mengawal aspirasi ini dan memastikan investasi berjalan sesuai kepentingan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga meminta masyarakat menahan diri dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu konflik.

 

Dalam aksi tersebut, KMPRKM menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain dukungan terhadap investasi PT SCM, permintaan kejelasan regulasi terkait pembangunan smelter, serta dorongan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memberikan penjelasan resmi kepada publik