Vale Indonesia Latih Petani Morowali Terapkan Pertanian Organik Berkelanjutan

waktu baca 3 menit

MOROWALI, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali memberikan pelatihan ekologi tanah dan pengelolaan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan kepada puluhan petani organik di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Pelatihan yang berlangsung pada 16–20 Oktober 2026 di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, itu merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia di bidang peningkatan pendapatan riil masyarakat.

Kegiatan bertema “Organik Jiwa Negeri dan Darah Bangsaku” tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memahami kesehatan tanah, mengelola ekosistem pertanian, serta menerapkan metode budidaya organik secara berkelanjutan.

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi mengenai ekologi tanah, sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik.

Para petani juga mengikuti praktik lapangan, meliputi pengujian tekstur tanah, daya kapiler, aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL.

Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya petani, agar mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” kata Endra.

Ia menjelaskan, perusahaan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui berbagai bidang, termasuk pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Menurut dia, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pengelolaan lahan yang produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Salah seorang peserta pelatihan, Hafirudin, mengaku memperoleh tambahan pengetahuan dalam menerapkan metode pertanian organik yang telah dijalaninya selama sekitar dua tahun.

Ia mengatakan pelatihan tersebut membantunya memahami sejumlah aspek pengelolaan lahan yang sebelumnya belum dikuasai secara optimal.

“Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini,” ujar Hafirudin.

Menurut dia, materi dan praktik yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan tentang pertanian organik, tetapi juga membantu petani memahami kondisi tanah serta menentukan metode pengelolaan lahan yang lebih tepat.

Melalui pelatihan tersebut, Vale Indonesia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lahan pertanian masing-masing dan membagikannya kepada petani lain di desa mereka.

Dengan demikian, praktik pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan diharapkan semakin berkembang di wilayah Morowali, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

PT Vale Indonesia Tbk merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1968.

Perusahaan tersebut merupakan bagian dari MIND ID bersama pemegang saham lainnya dan menjalankan kegiatan operasional serta pengembangan proyek di sejumlah wilayah Sulawesi untuk mendukung hilirisasi dan penguatan rantai nilai nikel nasional.(*)